|
Bantuan Recovery Banjir di Ngawi Direalisasikan
Minggu, 23 Maret 2008 | 21:43 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bantuan pemulihan dampak (recovery) akibat banjir yang melanda Kabupaten Ngawi, Jawa Timur pada akhir tahun lalu mulai direalisasikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi. Bantuan yang dialokasikan sebesar Rp 37 miliar di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2008 ini mulai disalurkan secara langsung berupa uang tunai kepada korban banjir.
"Korban banjir yaitu petani, siswa, warga yang rumahnya roboh serta sekolah mendapat realisasi bantuan uang tunai," kata Ketua Komisi Kesejahteraan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ngawi, Agus Riyanto pada
Tempo, Minggu (23/3).
Bantuan ini kata dia akan direalisasikan secara bergelombang. Yang mendapat prioritas realisasi bantuan secara tunai ini adalah korban banjir yang rumahnya roboh serta rusak berat, siswa sekolah yang rumahnya terendam, petani yang sawahnya terendam air banjir dan sekolah.
Agus mengatakan bantuan yang disalurkan sebesar Rp 2,472 milliar untuk sebanyak 10.935 siswa sekolah korban banjir. Terdiri 700 siswa taman kanak-kanak, 6352 siswa sekolah dasar, 2106 siswa sekolah menegah lanjutan pertama dan 1777 siswa sekolah menengah atas serta sederajat. "Bantuan ini untuk anak yang buku, sepatu atau seragam sekolahnya rusak atau hilang karena banjir," ujar dia.
Untuk siswa sekolah taman kanak-kanak mendapat bantuan uang tunai sebesar Rp 55 ribu per siswa. Sedangkan untuk siswa sekolah dasar dan sederajat mendapat bantuan sebesar Rp 211 ribu per siswa. Siswa sekolah menengah pertama mendapat bantuan Rp. 283 per siswa dan Rp 305 per siswa untuk siswa sekolah menengah atas dan yang sederajat.
Sedangkan sebanyak 89 lembaga sekolah yang ruang dan kelasnya terendam air banjir juga mendapat bantuan total Rp 198 juta. Bantuan itu diberikan kepada 30 taman kanak-kanak, 47 sekolah dasar, 5 sekolah menengah pertama dan 7 sekolah menengah atas. Bantuan itu untuk alokasi penggantian buku rapor siswa serta sarana dan fasilitas sekolah. "Bantuan ini memang masih kurang, tapi ini akan sangat berarti bagi sekolah," ujar dia.
Di bidang pertanian pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp 3,380 miliar untuk sebanyak 198 kelompok tani di Ngawi yang tersebar di 68 desa yang terendam banjir. Tiap satu hektar sawah mendapat bantuan Rp 820 ribu per hektar. Bantuan itu diperuntukkan bagi penggantian benih dan pupuk urea. Berdasarkan data Dinas Pertanian Ngawi sawah yang terendam air banjir seluas 4266 hektar.
Adapun warga yang rumahnya roboh akibat banjir mendapat bantuan Rp 5 juta per keluarga dan mendapat bantuan sebesar Rp 3 juta bagi yang rumahnya rusak. Berdasarkan data pemkab setempat sebanyak 1255 rumah rusak berat dan 112 rumah warga roboh. "Bantuan ini akan diberikan oleh dinas sosial," ujarnya. DINI MAWUNTYAS
INDEKS BERITA LAINNYA :
|