|
2500 Polisi Amankan Demo Warga Korban Lapindo
Senin, 24 Maret 2008 | 13:24 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebanyak 2500 personel gabungan Polres Sidoarjo, Polwiltabes Surabaya, dan Polda Jatim dikerahkan untuk mengamankan jalannya unjuk rasa ribuan korban lapindo yang menutup jalan Raya Porong, hari ini (24/3). "Demi kepentingan bersama, personel kami all out diterjunkan," tutur Kepala Polres Sidoarjo AKBP Adnas.
Selain itu, polisi juga dilengkapi dengan dua unit mobil water canon serta beberapa ratusan personel dari Brimob Polda Jatim. Pengamanan dilakukan polisi dengan membagi personel ke masing-masing konsentrasi penutupan jalan yang dilakukan warga.
Bahkan polisi juga langsung menututp jalan raya porong ketika warga melakukan blokade. Langkah ini, dilakukan untuk menghindari adanya benturan antara pengunjuk
rasa dan pemakai jalan yang melintasi kawasan tersebut.
"Seluruh kendaraan kami alihkan ke Mojosari-Krian," kata Kepala Satuan Lalu-lintas Polres Sidoarjo AKP Andi Yudianto. Sama seperti blokade-blokade sebelumnya, seluruh kendaraan baik dari Surabaya maupun dari Banyuwangi dan Malang langsung diputar untuk melalui satu-satunya jalur alternatif yaitu melewati Mojosari hingga Krian.
Polisi sendiri rencanya akan memberikan toleransi kepada warga hingga pukul 19.00 WIB. Jika hingga jam tersebut warga belum membubarkan diri, polisi rencannya akan melakukan tindakan persuasif untuk membubarkan.
Sementara itu, warga sendiri rencannya akan melakukan aksi tersebut selama 12 jam atau hingga pukul 21.00. "Sesuai dengan izin, kami akan menutup jalan selama 12 jam," kata Muryanto, salah seorang korlap dari desa Ketapang.
Warga sendiri akan membubarkan diri sebelum jam itu asal mendapatkan kepastian ditemui Gubernur Jatim Imam Utomo atau Bupati Sidoarjo Win Hendarso untuk memberikan
kepastian, jika kawasan di sembilan desa tersebut akan mendapatkan ganti rugi. Rohman Taufiq
INDEKS BERITA LAINNYA :
|