|
Tuntut Tentara dan Pegawai Negeri Netral
Senin, 24 Maret 2008 | 18:55 WIB
TEMPO Interaktif, Semarang:
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Solo menggelar aksi demonstrasi, Senin (24/3) di Perempatan Gladak. Mereka menuntut Tentara dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) netral, dalam pemilihan Gubernur Jawa Tengah, 22 Juni 2008 mendatang.
Menurut mereka, "Sesuai UU 43/1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaaian, PNS harus dapat menjaga netralitasnya. Sedang menurut Pasal 28 UU 32/2004, tentang Pemerintah Daerah, tertuang larangan bagi Kepala Daerah dan Wakilnya, agar tidak melakukan perbuatan menguntungkan diri sendiri, anggota keluarga, kroni, golongan tertentu, atau kelompok politiknya," tegas Indarto, Kepala Bidang Kebijakan Publik KAMMI Solo.
Demo itu dilakukan karenas mereka melihat keberadaan beberapa calon Gubernur yang ternyata berlatar belakang TNI, seperti Purnawirawan TNI Bibit Waluyo, dan Agus Suyitno. Tak hanya itu, beberapa calon ternyata masih menduduki posisi sebagai Kepala Daerah Tingkat II, seperti: M Tamzil (Bupati Kudus), Sukawi Sutarip (Walikota Semarang), Rustriningsih (Bupati Kebumen), dan Kholiq Arif (Bupati Wonosobo).
"Masyarakat harus cermat terhadap para calon. Ini agar pemilihan Guberbur berjalan fair dan adil," kata Indarto.
Usai orasi, mereka melakukan longmarch ke Balaikota Solo, lalu ke Kodim Kota Solo.
Pito Agustin Rudiana
INDEKS BERITA LAINNYA :
|