|
52.976 Keluarga Miskin Dapat Jatah Minyak Bersubsidi
Senin, 24 Maret 2008 | 19:40 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta:
Sebanyak 52.976 Rumah Tangga Miskin (RTM) di Kabupaten Sleman dipastikan akan mendapatkan subsidi minyak goreng, yang akan dibagikan mulai akhir Maret, hingga Agustus mendatang.
Kepala Humas Kabupaten Sleman, Endah Sri Widyastuti, Senin (24/3), mengatakan, Kabupaten Sleman mendapat jatah minyak goreng bersubsidi sebanyak 89.458 liter, per
bulan. Tapi, untuk Maret hingga April, setiap keluarga hanya mendapat jatah satu liter saja. Setelah itu, pada empat bulan terakhir berikutnya, setiap keluarga akan dijatah dua liter.
Setiap liter minyak goreng, kata Endah, diberi subsidi Rp 2.500, sesuai harga pasar di setiap daerah. Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Sleman, Pustopo mengatakan, pada saat pembagian itu, pihaknya akan menggandeng empat distributor. ”Untuk harganya masih kita diskusikan," katanya.
Untuk pembagiannya, kata Pustopo, akan menggunakan by name dengan melibatkan pihak kecamatan. "Ada 17 Kecamatan di Kabupaten Sleman, yang akan kita libatkan untuk pembagian migor bersubsidi tersebut," ujar Pustopo.
Berdasarkan pemantauan pasar, saat ini harga minyak goreng di Yogyakarta sudah mulai turun drastis. Jual beli minyak goreng juga sudah mulai normal. Di tingkat agen, harga minyak goreng sawit Rp 10.000 per kilogram. Padahal sebelumnya, mencapai Rp 13 ribu per kilogram. Sedang minyak goreng barko, kini Rp 12.350 per kilogram, dan harga sebelumnya mencapai Rp 15.100 per kilogram.
Seorang agen minyak goreng UD Rahmat Sawit, Totok Condro Wibowo, Senin (24/3) mengatakan, harga minyak goreng tersebut diperkirakan masih bisa turun lagi. Penurunan harga minyak goreng terjadi hampir setiap hari, rata-rata antara Rp 100 hingga Rp 200 per kilogram. "Kita berharap masih bisa turun hingga di bawah Rp 10.000 per kilogram. Semoga masih bisa di bawah Rp 9.000," tuturnya.
Totok mengungkapkan, pada saat harga minyak goreng tinggi, pihaknya hanya mampu menjual tujuh drum minyak goreng saja. Satu drumnya berisi 187 Kg. Dan saat harga minyak goreng mulai turun, dirinya sudah bisa menjual 15 drum minyak goreng.
Di Pasar Demangan Yogyakarta, para pedagang juga sudah menurunkan harga jual. Minyak goreng sawit misalnya, dijual Rp 11.300 per kilogram, dari harga jual sebelumnya Rp 14.000. Sedangkan minyak goreng barko, dijual Rp 14.600 per kilogram, dari harga jual sebelumnya, Rp 16.000.
Pedagang Pasar Demangan Yogyakarta, Sri Yohana, mengatakan, meskipun harga sudah mulai turun, tetapi konsumen masih belum normal seperti semula, sebelum mengalami kenaikan. "Omset minyak goreng sudah mulai meningkat sedikit-sedikit. Tetapi tetap belum banyak seperti sebelumnya." katanya.
muh syaifullah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|