|
Bibit Bawang Merah Melangit
Selasa, 25 Maret 2008 | 20:21 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta:
Harga bibit bawang merah di Kabupaten Bantul, Yogyakarta mencapai Rp 25 ribu per kilogram. Kenaikannya dua kali lipat dari harga normal. Biasanya, petani membeli bibit seharga Rp 12.500 per kilogram. "Saat ini harga bibit bawang merah luar biasa mahalnya, dua kali lipat," kata Susanto, petani bawang merah di Srigading Bantul, Selasa (25/3).
Naiknya harga bibit bawang merah, ditengarai karena hujan terjadi kelangkaan. Musim penghujan menyebabkan kelembaban udara tinggi, mengakibatkan bibit yang ada membusuk. Yang memprihatinkan, ketika panen, bawang merah itu hanya laku Rp 10.000 per kilogram
Akibat kenaikan harga bibit yang sangat tinggi, para etani di Kabupaten Bantul mengurangi lahan tanam bawangnya, dan beralih menanam palawija dan sayuran, seperti: jagung, kacang tanah dan terong.
Hadi Sarjono, pengurus kelompok tani Sri Makmur di Srigading, Bantul mengatakan, penyusutan lahan tanam bawang merah saat ini mencapai 50 persen karena petani beralih menanam palawija dan sayuran. Sedang bibit palawija yang bagus, harus dibeli di Kota Yogyakarta. "Kita mengurangi lahan tanam bawang merah, kita menanam palawija dan sayuran," kata Hadi
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bantul, Edy Suharyanto mengatakan, saat ini memang tidak cocok untuk menanam bawang merah. Seandainya ada yang menanam bawang merah, hasilnya tidak akan maksimal. "Musim tanam bawang merah, Februari-Maret, sudah kita sediakan enam ton bibit, dan akan mulai tanam lagi pada Juli mendatang," ujarnya.
Edy memberi saran, sebaiknya petani menanam palawija dan sayuran, karena kalaupun ada bibit bawang merah, bibit tersebut bibit lokal, dari daerah Brebes, Jawa Tengah atau Nganjuk Jawa Timur. "Kami memang tidak merekomendasikan untuk menanam bawang merah saat ini," tegas Edy.
Muh Saefullah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|