|
Festival Video Klip Lucu
Rabu, 26 Maret 2008 | 08:13 WIB
TEMPO Interaktif, Surakarta:
Kini tak hanya film dokumenter dan film indie yang difestivalkan. Untuk mengobati kevakuman para video maker, juga komunitas video lain,
Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Surakarta, menyelenggarakan festival video klip lucu. Mereka bekerjasama dengan Gapura seni, Forum Pinilih, Matakaca, juga Bengkel Film ISI Surakarta dengan tema “noBRA sendCD”.
Parade “noBRA sendCD” yang merupakan singkatan nonton beramai-ramai dan kirimkan CD video klipmu...! ini, akan memilih 25 nominator, yang akan ditayangkan di Teater Arena TBJT pada 14 Mei 2008 mendatang. Dosen Seni Rupa FSSR UNS Solo, Setyawan 'Mayit', di Wisma Seni TBJT, mengatakan, parade tersebut ingin menampilkan sesuatu yang beda.
Jika selama ini aneka video klip yang ditayangkan aneka media televisi ternyata
menyuguhkan nalar visual yang sama, maka lewat parade ini mereka menawarkan nalar
visual yang beda, tanpa bergeser dari aturan yang dilarang. “Lagunya serius tidak masalah, asal video klipnya lucu, tidak mengandung unsur kekerasan, pornografi, dan rasisme. Kalau sudah jadi, video-video klip itu boleh 'dibajak', bahkan 100 persen juga boleh,” kata Titus, Koordintor Acara ini.
Yang dimaksud boleh dibajak itu, lanjut Titus, karya video klip para peserta yang
sudah menjadi milik panitia itu, bisa digandakan dan disebarkan untuk kalangan
sendiri. “Itu pun berdasarkan kesepakatan awal, antara panitia dengan peserta,” katanya.
Menurut Titus, kelucuan dalam video klip yang diikutkan dalam festical itu bukan lucu dalam arti yang sesungguhnya. Tapi, lucu yang masuk akal. Misalnya, lucu yang biasa ditampilkan pelawak legendaris, Basiyo. Basiyo berhasil mengemas adegan sehari-hari yang masuk akal, dengan kelucuan. “Jadi kelucuannya tidak dibuat-buat,” ujarnya.
Tentang syarat, di antaranya, video klip itu berdurasi maksimal tujuh menit, diproduksi antara 2000-2008, peserta boleh berasal dari luar kota Solo, karya dikirim ke panitia noBRA sendCD di TBJT, Jalan Ir Sutami 75, Kentingan, Solo, paling lambar 20 April 2008. Seleksi akan dilakukan oleh tiga orang kurator, yakni Setyawan 'Mayit', Rahayu Kertawiguna (Direktur PT Naga Swarasakti), dan Hanung Bramantyo (Sutradara film).
PITO AGUSTIN R
INDEKS BERITA LAINNYA :
|