Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Persik Terus Tempa Kekuatan
Rabu, 26 Maret 2008 | 19:25 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Tekat tim Persik, Kota Kediri, Jawa Timur merebut kembali gelar juara Liga Nasional yang pernah disandang dua kali tampaknya tidak main-main. Setiap hari tim di bawah asuhan pelatih Arcan Iurie Anotolievici itu terus menempa dan menggembleng diri sesuai jadwal yang telah dirancang. Meskipun enam
orang pemainnya dipanggil ke Jakarta untuk membela tim
nasional yang bakal berlaga di Piala Merdeka Malaysia
bulan Agustus 2008 mendatang, sistem pelatihan tidak
ada perubahan.

"Kami terus berlatih maksimal baik untuk meningkatkan
skill, power dan stamina sesuai jadwal. Tidak ada
masalah, meskipun enam pemain kami dipanggil memperkuat tim Piala Merdeka," kata Arcan Iurie, Rabu (26/3).

Menurut pelatih asal Muldova itu, absennya keenam anak
asuhnya sama sekali bukan persoalan. Apalagi selama di
Jakarta mereka juga mengikuti program latihan. Sehingga diyakini keenam pemain itu juga akan memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya selama mengikuti jadwal latihan di tim nasional di bawah komando pelatih Beni Dolo.

Keenam pemain Persik yang kini turut memperkuat tim nasional itu semuanya merupakan pemain rekrutan baru
dan mayoritas berasal dari PSMS Medan. Mereka adalah
kiper Markus Horison, Saktiawan Sinaga, Mahyadi Panggabean, Legimin Rahardjo dan M Robi yang pernah
bercokol di tim Persija. Keenam punggawa yang kini
menyandang logo Persik itu telah bertolak ke Jakarta
sejak sekitar sepekan lalu.

Ketua Umum Persik yang juga Walikota Kediri, A Maschut
menyatakan panggilan tim nasional terhadap enam pemain
Persik sama sekali tidak menjadi persoalan bagi tim
Macan Putih. Bahkan pihak manajemen sangat mendukung
karena merupakan kesempatan untuk membela merah putih.

"Kami mendukung dan tidak berkeberatan. Itu merupakan
panggilan tugas demi bangsa dan negara sebagai bagian
dari spirit nasionalime. Toh, jika kami memerlukan
kehadiran mereka, sewaktu-waktu bisa dipanggil pulang
ke Kediri. Jadi tidak ada masalah," kata Maschut.

Dengan kepergian enam pemain itu, kini laskar Macan
Putih yang tersisa sebanyak 19 orang. Mereka akan
berkonsentrasi penuh hingga jadwal kompetisi Liga
Super 2008 dimulai. Selain itu juga persiapan ketat
menjelang laga persahabatan melawan tim Perth Glory FC
di Stadion Members Equity, Australia Barat, bulan Juni
mendatang.

Kesembilan belas pemain itu diantaranya adalah, Ahmad
Kurniawan dan Wahyudi yang berposisi sebagai penjaga
gawang. Aris Indarto, M Arfan, Hamka Hamzah, Sulis
Budi, Harianto, Ronald Fagundez, Suswanto, Khusnul
Yuli, Agus Susanto, Danillo Fernando, Jefri Dwi Hadi,
M Yusuf, Wawan W, Gonzales dan Saktiawan Sinaga. "Training must go on," kata Maschut. DWIDJO U. MAKSUM


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119857 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

DKI Sisir Kawasan Radio Dalam
Rumah Duka Sophan Sophian Dikerumuni Wartawan
Menabrak Pakem Seni Trimatra
Sophan Meninggal Dalam Perjalanan Ke Rumah Sakit
Sophan Sophian Ingin Jadi Duta Besar

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data