|
Dana Suramadu Rp 823 Milyar Cair Bulan Depan
Kamis, 27 Maret 2008 | 11:39 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Beppenas) berjanji akan segera mencairkan dana pinjaman lunak (loan) dari Cina sebesar US $ 68 juta atau Rp 618,800 milyar untuk pembangunan jembatan Suramadu bentang tengah. Selain itu pemerintah juga berjanji akan mencairkan dana Rp 205 milyar dari total kebutuhan pembangunan bentang tengah senilai US $ 246 juta US atau Rp 2,5 triliun.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V, Direktorat Jenderal Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum, Ir Yusid Toyib M Eng Sc, kepada Koran Tempo, Kamis (27/3) menyatakan, dari total pinjaman itu, pola pencairannya terbagi dua. Yakni US $ 160 juta atau Rp 1,7 triliun dan US $ 86,78 juta dollar US atau Rp 873 milyar. Untuk Rp 1,7 triliun, pemerintah pusat secara bertahap sudah mencairkan sejak 2005 sebesar Rp 384 miliar.
Pada 2006 pemerintah mencairkan Rp 242 miliar dan 2007 senilai Rp 490 miliar. Sisanya 2008 akan dicairkan Rp 305 miliar. “Khusus tahun 2008, dari sisa total Rp 305 miliar yang sudah cair Rp 100 miliar, Sisanya Rp 205 miliar akan dicairkan Mei ini. Sedang yang Rp 873 miliar akan dicairkan akhir April sebesar US $ 68 juta atau Rp 618 milyar. Sisanya sebesar Rp 255 milyar akan dicairkan tahun depan,” katanya.
Dana sebesar Rp 823 milyar ini lanjut Yusid, lebih banyak dibutuhkan untuk pembangunan pondasi di bentang tengah. Saat ini pihaknya sudah mengerjakan 75 persen sehingga tinggal 25 persen. “Tinggal dana pembangunan pernik-pernik fasilitas penunjang seperti lampu dan kebutuhan teknis untuk struktur dan eskalasi. Ini bisa dilakukan 2009. Tapi dana pembangunan jembatannya sudah selesai,” terangnya.
Menurutnya, kepastian Bappenas mencairkan sisa dana itu, setelah anggota Komisi V DPR RI yang membidangi pembangunan, Minggu (16/3) meninjau langsung ke lokasi proyek. “Kami meminta pada DPR RI agar mendesak Bappenas untuk segera mencairkan dana itu, karena pelaksanaan proyek kini dikejar waktu,” katanya.
Dana ini diperuntukkan untuk pembangunan bentang tengah yang pengerjaannya dilakukan Consortium of Chinesse Contractors (CCC) kontraktor dari Cina dan Consortium of Indonesia Contractors (CCC) gabungan kontraktor Indonesia (Wijaya Karya, Waskita Karya dan Hutama Karya). Pembangunan bentang tengah terdiri atas dua bagian Approach Bridge 672 m dan Main Bridge 818 m.
Saat ini, pembangunan bentang tengah terkonsentrasi pada pengerjaan Pilar 46 yang tinggal memasang balok di permukaan paling atas. Balok itu merupakan pelaksanaan konstruksi yang terakhir. Dari rencana tinggi kedua pilar 146,3 m, kini tinggi Pilar 46 sudah mencapai 145 m. Sedangkan Pilar 47 tingginya sudah mencapai 115 m atau kurang 31 m. Pengerjaan Pilar 47 berupa pengecoran untuk mencapai ketinggian akhir.
Pilar 46 dan 47 merupakan penyangga utama di tengah jembatan. Di kedua pilar itu, nantinya akan dipasang Cable stay atau kabel penyangga yang menghubungkan langsung dengan Approach bridge dan Main bridge (Bentang tengah). Saat ini, semua Cable Stay sudah berada di Gresik yakni di lokasi Casting Yard atau tempat perakitan. Cable Stay itu didatangkan dari Cina dari total kebutuhan 64 buah.
Rencananya, Cable Stay itu mulai dipasang Mei seiring mulai dipasangnya Box girder atau balog dan lantai beton pada Approach bridge. Dari rencana panjang total Main Bridge 818 m, saat ini Box Girder yang sudah berada di Gresik 270 m dengan lebar 36 m. “Dengan kondisi itu, kami optimistis proyek selesai akhir 2008,” ujarnya.
Panjang total jembatan Suramadu adalah 5.438 m meliputi Causeway sisi Surabaya 1.458 m, Causeway sisi Madura 1.818 m. Sedang untuk bentang tengah panjang keseluruhan mencapai 2.162 m terdiri dari dua Approach Bridge masing-masing 672 m dan Main Bridge sepanjang 818 m. Panjang jalan pendekat di sisi Surabaya mencapai 4,35 km dan di sisi Madura 11,50 km.
Proyek pembangunan Jembatan Suramadu mulai dikerjakan sejak tahun 2003, saat itu ditandai dengan acara pemancangan tiang pancang oleh Presiden RI, Megawati Soekarno Putri. adi mawardi
INDEKS BERITA LAINNYA :
|