Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Konversi Minyak Tanah Ancam Nelayan Jepara
Kamis, 27 Maret 2008 | 17:13 WIB

TEMPO Interaktif, Jepara:Konversi minyak tanah ke gas menjadi momok para nelayan di Kabupaten Jepara. Rencana konversi untuk Jepara akan dilakukan Juni mendatang setelah April diterapkan di Jakarta.

Sudah dua tahun lebih sejak harga BBM (terutama solar dan premium) dinaikkan pemerintah, para nelayan di Jepara menggunakan minyak tanah untuk kebutuhan melaut. Harga minyak di tingkat nelayan berkisar Rp 3.200 per liter.

"Jika benar-benar konversi minyak diterapkan, banyak nelayan jatuh miskin karena tidak dapat melaut," ucap Tumijan, nelayan asal Desa Ujungwatu, Kecamatan Keling, Jepara, Kamis (27/3).

Kebutuhan nelayan untuk sekali melaut cukup tinggi. Untuk kapal yang digunakan Tumijan, butuh biaya minyak tanah Rp 1,6 juta. Padahal kapal itu diawaki puluhan nelayan. Jika dihitung penghasilan setelah dipotong biaya melaut dan pemilik kapal, seorang hanya membawa uang Rp 20 ribu. "Konversi itu tidak berpihak pada nelayan," kata Suradi, rekan Tumijan.

Kebutuhan minyak tanah di Jepara 108.300 liter per harinya, dan 75.440 liter di antaranya untuk kebutuhan bahan bakar mesin perahu milik nelayan. "Hingga sekarang belum ada solusinya untuk memenuhi kebutuhan nelayan jika konversi dilaksanakan," ujar Herry Purwanto, Kepala Dinas Indakop Jepara.

APBD Jepara untuk kepentingan nelayan hanya Rp 839 juta dari total anggaran Dinas Kelautan dan Perikanan sebesar Rp 754 miliar. Anggaran sebesar itu untuk bantuan peremajaan alat tangkap ikan, penyuluhan, peningkatan sarana dan prasarana pengolahan ikan serta pelatihan.

Bandelan

Dari Arsip Majalah TEMPO
Kini Muncul Apollo | 29 Oktober 1977
Aman Dari Pukat Harimau | 12 Agustus 1978
Kutip Sana Kutip Sini: Fitnah | 04 Desember 1976
Contoh Kecil Untuk Nelayan | 23 Oktober 1976
Beralih Ke Nelayan Lagi | 10 Juli 1976
Lemuru, Di Mana Kamu? | 16 Agustus 1986


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pedagang Kecil Masih Peroleh Minyak Tanah Bersubsidi
Baru 36 Persen Warga Tangerang Menggunakan Kompor Gas
Masyarakat Jakarta Dipaksa Gunakan Gas Elpiji
Minyak Tanah Subsidi Dihapus Setelah Tabung Elpiji Selesai Dibagi
Nelayan Kalimantan Tengah Sulit Tingkatkan Tangkapan
Nelayan Blitar Dilarang Melaut
BMG Peringatkan Ancaman Gelombang Pasang Pantai Selatan
Ombak Pantai Selatan Hantam Perahu Nelayan
Tabung Gas Bantuan Bocor, Satu Luka Bakar
Pasokan Minyak Tanah di 3 Kecamatan Dihentikan
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119929 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data