Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Penghematan Listrik Pukul UKM
Kamis, 27 Maret 2008 | 18:44 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Suryadharma Ali berharap pemerintah segera dapat mengatasi krisis listrik agar tidak menganggu produktifitas usaha kecil dan menengah.

Masalahnya, kata Suryadharma, saat ini gairah pejabat pemerintah untuk memberdayakan masyarakat pada skala mikrokecil makin giat dilaksanakan. "Kalau krisis listrik sampai berkepanjangan, kondisi usaha kecil dan menengah kita akan berat," kata Suryadharma seusai meninjau Klinik UKM di Kantor Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Jawa Timur, Kamis (27/3).

Menurut Suryadharma, kegiatan eksose hasil usaha mikrokekecil dan pemberian ketrampilan melalui klinik UKM tengah giat-giatnya dilaksanakan oleh pemerintah kepada pengusaha kecil. Selain membekali dengan ketrampilan, pemerintah juga berupaya memberikan modal usaha bagi pengusaha pemula tersebut melalui kridit usaha rakyat.

Suryadharma berharap, gairah pemerintah dan masyarakat dalam membangkitkan usaha kecil tidak terganggu oleh pembatasan pemakaian listrik oleh Perusahaan Listrik Negara. Pasalnya, kegiatan usaha kecil menengah tersebut selama ini kebanyakan bertumpu pada penggunaan energi listrik. "Saya berharap krisis listrik ini segera berakhir agar mendukung iklim berusaha UKM kita," ujar Suryadharma.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menegah Jawa Timur Braman Setyo mengharapkan, pelaku usaha kecil menengah di Jatim pandai-pandai menggunakan tenaga listrik agar justeru tidak terkena denda oleh PLN. Braman sadar listrik merupakan komponen vital bagi kegiatan mereka. Namun dirinya tidak dapat berbuat banyak menghadapi program hemat listrik oleh PLN. "Saya hanya bisa menghimbau agar pelaku UKM dapat mengantisipasi penggunaan listriknya," kata Braman kepada Tempo.

Salah satu pelaku usaha kecuil menengah yang juga pemilik Netha Art & Craft, Puji Astuti mengatakan, dampak dari program penghematan listrik belum dia rasakan saat ini. Namun ia yakin usahanya yang bergerak dalam bidang specialis pyrex glass handicraft ornaments akan terpukul. Pasalnya penggunaan listrik untuk mendukung kegiatan ini cukup tinggi. "Sekarang saya belum merasakan dampaknya, nggak tahu kalau nanti," kata Puji saat dihubungi.

Suryadharma menambahkan bahwa penyaluran kridit usaha rakyat menunjukkan pencapaian positif. Sejak dilaunching 5 November 2007 hingga saat ini, sekitar Rp 3 triliun dana telah terserap oleh 3.500 pelaku usaha kecil dan menengah. Kridit usaha rakyat merupakan program pemerintah untuk menstimulasi pelaku usaha kecil. Mereka diberi kesempatan meminjam dana anatara Rp 5 - 500 juta ke bank dengan bunga disubsidi pemerintah.

Suryadharma menginginkan dana kridit usaha rakyat yang totalnya sebesar Rp 14,5 triliun tersebut dapat terserap sebanyak-banyaknya oleh pelaku usaha kecil dan menengah. "Saya sih inginnya dana itu terserap sebanyak-banyaknya untuk dimanfaatkan UKM kita," kata dia. Kukuh S Wibowo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119937 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Konversi Minyak Tanah Kalimantan Mundur
Kesenjangan Pajak Masih Besar
DAU Dipotong Bila PDAM Tak Perform
Bakrie & Brothers Dapat Pinjaman US$300 Juta
Pengamanan Putaran Kedua Pilgub Jawa Timur Diperketat

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data