|
Harga Elpiji Di Kediri Tembus Rp 75
Kamis, 27 Maret 2008 | 18:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kelangkaan gas elpiji di wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur berimbas pada melonjaknya harga. Gas elpiji dalam tabung bervolume 15 kilogram saat ini sudah menembus angka Rp 75 ribu. Pemerintah Kabupaten Kediri meminta Pertamina segera mengatasi kelangkaan ini agar tidak meresahkan masyarakat pengguna gas yang sangat dubutuhkan rumah tangga itu.
"Kami minta Pertamina segera mengatasi persoalan ini
agar masyarakat tidak semakin resah. Gas elpiji
merupakan kebutuhan yang sangat signifikan dalam
kehidupan sehari-hari," kata Sigit Rahardjo juru
bicara Pemkab Kediri, Kamis (27/3).
Terkait hal ini, Pemkab Kediri meminta agar masyarakat
tidak panik dan melakukan penghematan pengunaan gas
elpiji. Dikhawatirkan, jika kepanikan terjadi justru
akan semakin membuat kondisi tidak karu-karuan.
"Jangan ada yang melakukan penimbunan atau aksi
borong. Hal itu justru akan memicu terjadinya
persoalan yang rumit. Kami yakin Pertamina akan segera
mengatasi persoalan ini," kata Sigit.
Dari pantuan Tempo, kelangkaan elpiji membuat banyak
warga masyarakat mencari hingga jauh dari rumahnya.
Jika pada akhirnya berhasil mendapatkan elpiji,
harganya sudah melambung tinggi akibat kelangkaaan
barang.
"Tapi karena kami butuh terpaksa kami membelinya.
Tabung gas elpiji berisi 15 kilogram yang biasanya Rp
55 ribu kini naik menjadi Rp 75 ribu," kata Bambang,
salah seorang warga Grogol, Kabupaten Kediri yang
membeli elpiji di wilayah Kota Kediri.
Menurut Bambang meskipun pada akhirnya berhasil
mendapatkan gas yang dibutuhkan, namun dia harus antri
sekitar 3 jam menunggu kejelasan dari penjual elpiji,
apakah stoknya ada atau tidak.
"Jika kondisi ini terjadi selama sebulan, saya tidak
bisa membayangkan apa yang terjadi. Padahal pemerintah
getol memberi anjuran kepada mesyarakat untuk beralih
menggunakan gas alpiji. Ternyata kini sulit dicari.
Repot," kata Bambang.
Pihak penujual gas elpiji, baik agen dan penyalur
mengaku kelangkaan ini akibat keterlambatan pengiriman
dari Pertamina Surabaya. Keterlambatan itu disebabkan
oleh terhambatnya kapal pengangkut elpiji yang memasok
ke Pertamina Surabaya.
"Katanya sih akibat cuaca buruk, sehingg kapal
pengangkut terlambat tiba di Surabaya. Dampaknya
pengiriman ke daerah juga terlambat," kata Yanto,
salah seorang pengelola elpiji di Gampengrejo.DWIDJO
U. MAKSUM
INDEKS BERITA LAINNYA :
|