|
Mega Proyek Listrik Jember Terancam Gagal
Jum'at, 28 Maret 2008 | 12:07 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Mega proyek Lampu Penerangan Jalan Umum di Kabupaten Jember terancam gagal. Sebab, PT. Perusahaan Listrik negara (PLN) Areal Pelayanan Jember, hingga saat ini masih mengalami krisis energi listrik. Sementara, untuk mega proyek 9.817 titik LPJU itu membutuhkan daya energi listrik dalam jumlah besar.
PLN Jember menyatakan bisa memenuhi kebutuhan daya listrik untuk proyek LPJU itu tahun 2010. Sementara, mega proyek itu kini telah dilakukan dan direncanakan akan rampung akhir tahun 2008 hingga awal 2009.
"Proyek itu membutuhkan daya energi listrik 4 megavolt ampere (MVA). Kalaupun PLN APJ Jember saat ini
harus menyediakan daya untuk itu, hanya mampu menyediakan sekitar 2 MVA,"kata Manajer Area Pelayanan Jaringan PLN Jember, Bambang Setyo Hadi, kepada TEMPO, Jum'at (28/03) pagi.
Disamping itu, lanjutnya, hingga saat ini sekitar 2000 tarvo listrik PLN di Jember, ada sekitar 300 travo yang sudah kelebihan kapasitas daya alias overload. Sebagai penanggungjawab dan pengelola jaringan listrik di wilayah
Jember, PLN APJ Jember khawatir jika pasokan daya listrik untuk proyek LPJU itu dipaksakan dalam waktu dekat, justru akan menyebabkan lebih banyak gangguan aliran listrik.
Sampai saat ini, daya listrik yang dikelola PLN APJ Jember sebanyak 143 MVA untuk wilayah Kabupaten Jember dan Kabupaten Lumajang. Karenanya, sejauh ini, lanjut Bambang, PLN APJ Jember menyarankan kepada Pemkab untuk membangun pembangkit listrik baru, seperti pembangkit listrik tenaga air.
Sementara, dalam proyek itu, Pemkab Jember menyatakan telah merealisasikan pendirian 2000 titik LPJU di kawasan barat, timur dan utara Kota Jember. Pendirian ribuan tiang listrik dan lampu jalan itu direncanakan akan rampung akhir tahun ini hingga awal tahun 2009. Proyek LPJU itu dilakukan dengan tujuan untuk meminimalkan kriminalitas dan memperlancar ekonomi rakyat mulai dari tingkat desa.
Untuk proyek LPJU itu, Pemkab Jember telah mengajukan anggaran sebesar Rp 85 miliar. Anggaran "multi
years" dalam APBD 2007, 2008, dan 2009 itu telah disetujui DPRD Jember dalam voting untuk persetujuan proyek itu,senin (24/09/2007) lalu.
Koordinator pelaksana proyek LPJU Jember, Chayat Havid Setyadi menolak berkomentar banyak soal itu ketika dikonfirmasi. "Yang jelas, sekarang kita sedang membahas pengelolaan pembangkit listrik tenaga mini hidro (PLTMH) di air terjun Antrokan, bersama komisi B DPRD. Sudah ada calon investor," katanya.
Air terjun Antrokan di Desa Manggisan Kecamatan Tanggul itu, akan dijadikan pemasok tenaga listrik tenaga air sekaligus akan dikelola sebagai tempat wisata. Informasi yang dihimpun TEMPO dari komisi B DPRD Jember menyebutka bahwa untuk pembangkit listrik tenaga air terjun Antrokan itu, investor akan menanamkan modal sekitar Rp 16 miliar.
Investor yang belum jelas namanya itu rencananya akan bekerjasama dengan Pemkab jember dengan pola built operation transfer (BOT) selama 25 tahun. "Setelah kerja sama berjalan 25 tahun, aset fisik akan menjadi milik
pemkab," kata anggota Komisi B DPRD Jember, Rendra Wirawan.
Air Terjun di desa Manggisan yang terletak sekitar 50 kilometer arah barat kota Jember itu, memiliki
debit air sekitar 500 liter per detik dan akan dimanfaaatkan untuk menimbulkan energi listrik dengan
turbin. Mahbub Djunaidy
INDEKS BERITA LAINNYA :
|