|
Pembagian Minyak Goreng Bersubsidi Tertunda
Minggu, 30 Maret 2008 | 18:53 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta:
Keterlambatan pendistribusian minyak goreng bersubsidi untuk 52.976 rumah tangga miskin, di Kabupaten Sleman, karena kesulitan mencari distributor.
Rencananya, rumah tangga miskin Kabupaten Sleman akan
menerima jatah minyak goreng bersubsidi sebanyak
89.458 liter per bulan, akan dibagikan mulai akhir
Maret hingga Agustus 2008. Namun pelaksanaannya tertunda.
Setiap rumah tangga, nantinya akan diberi subsidi 2500 rupiah per liter, dengan harga yang disesuaikan pasar saat minyak goreng bersubsidi dibagikan.
“Saat ini baru ada empat distributor yang mengajukan
diri sebagai penyalur minyak goreng bersubsidi,” kata
Puspoyo, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Sleman. Menurut dia, keempat distributor itu akan ditunjuk dalam pendistribusian tersebut.
Tentang hal itu, Bupati Sleman, Ibnu Subiyanto
mengatakan, kebijakan pemerintah pusat sebenarnya
mempersulit pemerintah daerah. Menurutnya, harga
kebutuhan pokok diserahkan kepada pasar. “Serahkan
saja ke pasar untuk menangani masalah itu,”
kata dia, Minggu (30/3).
Soalnya menurut Ibnu, masalah pendistribusian minyak
besubsidi itu tidak lepas dari dunia bisnis. Soal cara penyampaiannya kepada masyarakat harus mengubah sistem pola pasar yang sudah ada. “Kalau pemerintah pusat mau, ya bikin saja harga minyak goreng murah, tidak perlu subsidi lagi,” tegas Ibnu.
muh syaifullah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|