Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Banjir Lumpur Putuskan Jembatan Poros Kecamatan di Bojonegoro
Minggu, 30 Maret 2008 | 19:31 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Banjir air hujan kembali mendatangkan bencana. Di Bojonegoro, hujan deras pada Sabtu (29/3) malam, membuat satu jembatan putus, satu rumah roboh dan puluhan rumah di antaranya rusak diterjang banjir disertai lumpur di Kecamatan Gondang dan Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro.

Banjir diakibatkan hujan deras yang mengucur Bojonegoro bagian selatan itu, selama lebih dari dua jam, pada Sabtu, malam. Akibatnya, air disertai lumpur sekitar 5 hingga 10 centimeter ini, turun dan menabrak perkampungan penduduk di dua kecamatan tersebut. Banjir juga mengakibatkan satu jembatan poros kecamatan yang menghubungkan antara Kecamatan Gondang dengan Kecamatan Sekar, terputus total. Jembatan sepanjang 20 meter yang menghubungkan antar desa-desa di kecamatan tersebut ambruk.

Tak ada korban jiwa akibat banjir mendadak tersebut. Tetapi, banjir membuat rumah milik Paiman,47 tahun, warga Desa Puguhrejo, Kecamatan Gondang, ambruk. Banjir juga mengakibatkan sedikitnya 40 rumah di Kecamatan Gondang dan Temayang terendam banjir disertai lumpur.

Selain itu, banjir juga merendam sekitar 30 rumah penduduk di Desa Sugihan, Kecamatan Temayang. Banjir kali ini menyulitkan penduduk, mengingat aliran airnya juga disertai lumpur sekitar 10 centimeter. Pihak Kantor Camat Gondang juga mengkhawatirkan sekitar 37 rumah penduduk di Desa Puguhrejo yang terancam tertimbun longsor. Pasalnya, tanah di lokasi tersebut hanya berjarak tak lebih dari 10 meter dengan jembatan yang longsong.

Pihak Kantor Camat Gondang dan Polisi Sektor setempat, juga sebagian telah mengidentifikasi jumlah kerusakan akibat banjir lumpur ini.

Belum ada keterangan dari pihak Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsi Bojonegoro. Koordinator Satlak PBP Bojonegoro, Pudjiono, hingga kini belum bisa dihubungi.

Juru Bicara Pemkab Bojonegoro, Subiono, mengatakan, pihak Satlak sudah mengidentidikasi daerah rawan bencana di kawasan Bojonegoro bagian selatan. “Sudah meluncur kesana,” tegasnya pada Tempo, Minggu (30/3) siang.

Daerah Bojonegoro bagian selatan, dalam kurun waktu satu-dua tahun terakhir ini, kerap terjadi banjir mendadak dari air hujan. Kejadian ini, diduga akibat rusaknya areal hutan di kawasan selatan yang menghubungkan antara jalur Bojonegoro ke Kabupaten Nganjuk.

Terakhir, banjir bandang yang terjadi di dua desa di Kecamatan Dander—sekitar 20 kilometer arah selatan Kota Bojonegoro. Banjir terjadi awal Desember lalu yang mengakibatkan 30 rumah rusak dan 16 hewan ternak hanyut terbawa banjir lumpur. sujatmiko


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk120087 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data