|
Pedagang Buku Bekas Minta Tempat Relokasi
Minggu, 30 Maret 2008 | 19:34 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ratusan pedagang buku bekas di Jalan Semarang, Surabaya yang terancam digusur paksa pada 3 April nanti akan berunjukrasa ke rumah dinas Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono pada Senin (31/3) siang.
Rencananya aksi tersebut akan dimulai dari Jalan Semarang sekitar pukul 10 dan kemudian bersama-sama menuju kediaman wali kota di Jalan Sedep Malem. Mereka menuntut kepada wali kota agar segera diberi kepastian tempat relokasi sebelum masa tenggat penggusuran berakhir.
Koordinator pedagang buku bekas, Budi Santoso mengatakan, aksi tersebut akan diikuti oleh para pedagang kaki lima dari Jalan Pahlawan, Jalan Pak Tua dan Jalan Tembok Dukuh yang juga sama-sama akan digusur. "Kami juga didukung oleh kawan-kawan elemen gerakan, seperti LMND, FNPBI, PRD dan Papernas," kata Budi, Minggu (30/3).
Menurut Budi, sebenarnya dia dan rekan-rekannya sesama pedagang buku bekas pernah ditawari tempat relokasi yang lokasinya berjarak 200 meter ke arah selatan dari tempatnya berjualan sekarang ini. Tempat tersebut merupakan tawaran lain setelah para pedagang buku bekas itu menolak disuruh pindah ke pasar modern Tambah Rejo di Kapas Krampung.
Kalaupun harus berpindah ke tempat tersebut, kata Budi, pedagang buku bekas tidak akan keberatan. Selain masih terhitung dekat dengan lokasi semula, tempat baru itu juga strategis bagi pembeli. Namun masalahnya hingga detik-detik menjelang penggusuran, pihak pemerintah kota tak kunjung merealisasikan pemindahan tersebut.
"Kami mendesak wali kota meneken jaminan tempat hitam di atas putih, bukan hanya pernyataan lesan lalu suatu hari akan digusur lagi," kata Budi yang telah berjualan buku bekas sejak tahun 1999 lalu. Kukuh SW
INDEKS BERITA LAINNYA :
|