|
Lingkungan Rusak:
Warga Protes Pengelola Proyek Tol Waru–Juanda
Senin, 31 Maret 2008 | 12:21 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar 100-an penghuni Perumahan Pondok Tjandra Indah, Sidoarjo, Senin (31/3) pagi berunjukrasa di Jalan Wadungasri menuntut PT Citra Marga Surabaya (CMS) selaku pengelola jalan tol Waru–Juanda untuk mengembalikan lagi ketenangan dan kenyamanan di lingkungan tempat tinggal mereka.
Menurut warga, sejak proyek tol Waru–Juanda yang membelah kompleks perumahan mereka tersebut dikerjakan dua tahun lalu, warga telah kehilangan beberapa fasilitas diantaranya menyempitnya dua lajur jalan masuk ke perumahan tersebut dan rusaknya lingkungan.
Luas lajur jalan yang semula 9 meter itu kini terkepras menjadi 5 meter karena sebagian termakan oleh badan jalan tol. Sudah begitu pembuatan jalur putar (u-turn) satu dengan lainnya terlalu jauh. Akibatnya jalan tersebut menjadi rawan kecelakaan. Kerawanan itu diyakini akan bertambah bila jalan tol itu telah dioperasikan mulai 4 April mendatang. “Sekarang saja telah ada lima warga perumahan yang sudah tewas karena kecelakaan di tempat itu,” kata koordinator pengunjukrasa, Burhan.
Selain masalah jalan, warga juga mengeluhkan hilangnya keasrian lingkungan setelah pepohonan rindang di sekitar jalan tersebut habis ditebang. Karena itu warga mendesak pengembang dan pelaksana proyek untuk segera menata kembali land-scape dan penghijauan di sebelah kiri maupun kanan jalan tol.
Terkait dengan rusaknya lingkungan warga menuntut PT CMS dan pemerintah untuk memberi kompensasi. “Setelah tol beroperasi, pasti akan terjadi polusi udara dan debu. Karena itu kami menuntut biaya kompensasi kesehatan,” kata Burhan.
Menurut Burhan, sebenarnya keluhan-keluhan warga itu telah dibawa dalam pertemuan dengan PT CMS, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Sidoarjo dan Bappekab Sidoarjo pada 21 Juni 2007 lalu. Saat itu, kata Burhan, PT CMS bersedia memenuhi keinginan warga, termasuk mengembalikan lebar jalan akses ke perumahan. “Tapi kenyatataanya sampai sekarang tidak dilaksanakan,” kata Burhan.
Bila tuntutan tersebut tetap tidak direspon, warga mengancam akan menggelar demonstrasi di dekat lokasi acara peresmian yang menurut rencana akan dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Warga juga mengancam akan menutup pipa saluran air agar kalau terjadi hujan jalan tol tersebut kebanjiran.
“Kita minta agar peresmian itu ditunda. Tapi kalau tidak bisa, kita siap aksi di depan presiden dan menutup saluran air,” ujar Burhan yang pada tahun 1988 menjadi aktivis Himpunan Mahasiswa Islam di Jakarta.
Perwakilan PT CMS, Manaf , tidak bisa dihubungi. Saat dikontak, telepon genggamnya tidak aktif. Kukuh Wibowo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|