|
Warnet di Jember Enggan Blokir Situs Porno
Senin, 31 Maret 2008 | 19:59 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pengesahan Undang Undang Informasi dan Transaksi Internet ditanggapi dingin pengusaha warnet Jember. Sejumlah pengusaha warung internet Jember enggan memblokir situs-situs porno. Alasannya, piranti lunak untuk memblokir situs itu harganya mahal. "Harga piranti lunaknya US $ 35 sampai US $ 50 per paket per tahun. Itu artinya keuntungan kami bisa berkurang," kata Heru, 30 tahun, pengusaha warnet di kawasan kampus Universitas Jember, Senin (31/3).
Ia menilai pemblokiran situs porno akan sia-sia, jika pemerintah tak memblokir atau paling tidak menyaring saluran dari Penyelenggara Jasa Internet (PJI) atau Internet Service Provider (ISP).
Hal serupa diungkapkan Supriyadi, pengusaha warnet lainnya. Kata dia, saat ini pengusaha warnet Jember kebingungan dengan rencana kebijakan pemerintah itu. Di beberapa daerah ada warnet yang dirazia. Pemerintah juga mendesak warnet untuk memblokir. "Tapi pemerintah tak mau membantu untuk membelikan softwarenya," ujarnya. Mahbub Djunaidy
INDEKS BERITA LAINNYA :
|