|
600 Hektare Lahan di Banyu Urip Segera Dibebaskan
Selasa, 01 April 2008 | 10:25 WIB
TEMPO Interaktif, Semarang:Sebanyak 600 hektare lahan di sekitar lokasi pengeboran minyak Banyu Urip Bojonegoro akan segera dibebaskan. Pembebasan tanah yang rata-rata berupa area persawahan tersebut untuk kepentingan eksplorasi minyak di kawasan yang diperkirakan memiliki kandungan minyak lebih dari 250 juta barel tersebut.
"Saat ini masih dalam tahap negosiasi," kata Deva Rahcman, Communications Manager Exxon Mobil Oil Indonesia Inc, di Semarang tadi malam.
Rachman menambahkan, pembebasan lahan sebanyak 600 hektare itu untuk eksplorasi minyak jangka panjang, yakni 30 tahun dengan target produksi 160 ribu barel per hari. Sedangkan untuk eksplorasi yang direncanakan akhir tahun 2008 ini, 10 hektare tanah sudah dibebaskan. "Akhir 2008 ini ditarget sudah bisa berproduksi 20 ribu barel per hari," ujarnya.
Deva mengatakan harga tanah yang dipatok dari BP Migas adalah sebesar Rp 50 ribu per meter. Dana untuk pembebasan lahan yang umumnya adalah area persawahan ini adalah bersumber dari pemerintah.
Deva mengatakan pembebasan lahan milik warga memang banyak kendala. Salah satunya adalah karena ulah para spekulan yang ingin mencari keuntungan di sekitar lokasi pengeboran minyak. "Banyak sekali spekulan di lapangan. Ini yang kita sayangkan karena akan merugikan masyarakat," katanya.
Deva menambahkan, jika tanah sudah jatuh di tangan spekulan maka harga tawar yang diajukan spekulan tersebut sangat tinggi. "Ada spekulan yang meminta Rp 100 ribu per meter, padahal spekulan tersebut membeli tanah dari warga sangat rendah," katanya.
Rofiuddin
INDEKS BERITA LAINNYA :
|