Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Wisma Pelacur Terbakar, Satu Tewas
Selasa, 01 April 2008 | 16:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebuah kebakaran melanda Wisma Srikandi 39 di kawasan lokalisasi Gang Dolly Surabaya pada Selasa (1/4) sekitar pukul 04.30. Selain menghanguskan tujuh kamar dan perabotan di lantai dua, api juga menewaskan seorang tamu bernama Gusrianto, 35 tahun. Korban ialah anak buah kapal di bagian kelasi asal Padang, Sumatera Barat. Di pagi naas itu Gusrianto tengah berkencan dengan pekerja seks komersial bernama Ningsih, 24 tahun di kamar nomor 2.

Menurut penuturan Ningsih kepada Tempo, Gusrianto tidur bersama dirinya sejak pukul 03.00 dini hari. Sesuai waktu yang ditentukan, kencan short time itu harus diakhiri pukul 04.30. Saat korban berkemas, tiba-tiba terdengar jeritan pekerja seks bernama Indah yang kamarnya berada di tengah. Bersamaan dengan itu asap tebal keluar dari kamar tersebut.

Dalam keadaan panik Ningsih yang hanya menutupi badanya dengan handuk, menggamit tangan Gusrianto untuk diajak ke luar dari kamar. Namun sampai di ruang tamu lantai bawah, tiba-tiba korban kembali naik ke atas untuk mengambil telepon genggam yang masih tertinggal di kasur. Padahal ketika itu di lantai dua sudah terkepung asap tebal. "Saya sudah mencoba mencegah, tapi dia tidak menghiraukan. Ketika saya tunggu di luar dia sudah tidak muncul lagi," kata Ningsih yang baru enam bulan menghuni wisma tersebut. Dia menduga tamunya tewas karena menghirup asap.

Beruntung kobaran api tidak menjalar ke wisma-wisma sebelahnya. Karena Junaidi, karyawan di wisma itu segera memadamkan listrik. Selang lima belas menit kemudian satu unit mobil pemadam kebakaran dari Pasar Turi datang untuk meredakan si jago merah. Dari pengamatan, sebagian kamar di lantai dua dan satu di lantai satu di wisma yang dikelola induk pelacur bernama Kristin itu telah hangus. Api makin cepat menjalar karena lantai atas hanya terbuat dari papan kayu dan jarak antar-kamar terlalu sempit.

Petugas Laboratorium Forensik yang melakukan olah tempat kejadian perkara pada Selasa sore menduga nyala api berasal dari korsleting arus listrik di kamar Indah. Dugaan ini diperkuat oleh keterangan pekerja seks lainya yang bernama Rina. Menurutnya, pada dini hari itu ia sempat melihat Indah menyalakan kipas angin. Sebenarnya kata dia, kamar yang ditempati Indah tersebut milik Ririn yang hari itu istirahat karena sakit. "Kemungkinan ya korsleting dari kipas angin itu," kata Rina.

Menurut Rina, beberapa kali wismanya sempat nyaris terbakar. Penyebabnya adalah ulah tamu yang sembarangan membuang puntung rokok tanpa dimatikan lebih dahulu. Selain itu, teman-temannya sendiri sering bertindak ceroboh dalam memakai listrik. Wisma tersebut terdiri atas 14 kamar dan dihuni oleh 16 pekerja seks perempuan serta 3 karyawan laki-laki. "Selama tiga bulan saya di sini, sudah empat kali nyaris terjadi kebakaran," kata Rina.

Kepala Satua Reserse Polresta Surabaya Selatan Ajun Komisaris Yimmy Kurniawan belum dapat menyimpulkan penyebab kebakaran termasuk kemungkinan dari korsleting arus pendek. Menurutnya, polisi masih memanggil beberapa saksi dan pemilik wisma untuk dimintai keterangan. "Kita selidiki dulu apakah memang ada kecerobohan," kata Yimmy. Kukuh SW


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk120190 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data