|
Ratusan Keluarga Harapan Jember Berujuk Rasa
Selasa, 01 April 2008 | 18:57 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sedikitnya 550 orang warga 6 desa di Kecamatan Arjasa Jember Kabupaten Jember Jawa Timur, melakukan aksi unjuk rasa, Selasa (1/4). Mereka mendatangi Kantor Badan Pusat Statistik, Kantor Dinas Sosial, dan kantor DPRD Jember.
Dalam aksinya, mereka memprotes kebijakan pemberian bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang dinilai tidak tepat sasaran. "Di desa kami banyak keluarga mampu menerima," kata Mahfud, 38 tahun, salah satu koordinator aksi itu.
Kepala BPS Jember, Nela Oktaviana yang menemui warga mengatakan bahwa 15.757 Keluarga Sangat Miskin di Jember penerima dana PKH berdasarkan data penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahun 2007 lalu. "Tapi kami masih menyeleksi lagi," katanya.
Pihak BPS Jember mengaku tidak melakukan pendataan baru bagi keluarga miskin penerima PKH karena pemerintah pusat tidak memberikan dana untuk itu. "Kalaupun ada yang salah sasaran, paling cuma sekitar 5 persen," ujarnya.
Warga tidak puas dengan jawaban kepala BPS itu. Akhirnya, sekitar 30 menit kemudian mereka bergerak menuju kantor Dinas Sosial Jember. Tak ada satupun pejabat yang bersedia menemui mereka.
Mereka pun menuju kantor DPRD Jember. Di sini warga sempat ditemui beberapa anggota komisi B. Dalam dialog, warga mempertanyakan sistem pendataan yang dilakukan oleh petugas BPS.
"Katanya didata sesuai dengan penerima BLT, dan didata ulang oleh PCL tetapi PCL-nya tidak pernah ngecek lapangan. Sehingga salah sasaran," kata salah seorang warga, M.Soleh.
Banyak warga yang seharusnya mendapatkan PKH, malah tidak mendapatkan bantuan. "Penyaluran PKH di Kecamatan Arjasa kacau," kata Soleh.
Penanggungjawab PKH dari Dinas Sosial Jember, Bambang Saputro mengatakan, tidak semua penerima BLT secara otomatis menjadi penerima PKH karena adanya kriteria yang telah ditetapkan oleh departemen kesehatan RI. mahbub djunaidy
INDEKS BERITA LAINNYA :
|