Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Buntut Film Fitna

FPI Bandung Satroni Konsulat Belanda
Selasa, 01 April 2008 | 22:17 WIB

TEMPO Interaktif, BANDUNG:Front Pembela Islam (FPI) Kota Bandung menyatroni konsulat Belanda di Bandung. Mereka memprotes pemlesetan ayat-ayat dalam Al –Quran pada film Fitna yang dibuat Geert Wilders, anggota Parlemen Belanda. “Aksi ini adalah bentuk penolakan beredarnya film itu di internet” kata Saeful Abdullah, Ketua FPI Kota Bandung, Selasa (1/4).

Belasan anggota FPI Kota Bandung dengan kendaraan roda dua, beriringan mendatangi Konsulat Belanda di Jalan Dayang Sumbi, Bandung . Sebelumnya ormas itu mendatangi gedung DPRD Jawa Barat dan beraudiensi dengan para wakil rakyat itu dengan topik yang sama.

Di depan kantor konsulat itu, massa anggota FPI itu berorasi sambil mengacungkan poster yang mengutuk Geert Wilders, pembuat film “Fitna”. “Kami orang Islam bukan teroris,” teriak seorang pengunjuk rasa. Mereka diterima konsul Belanda di sana .

Menurut Saefull, kawan-kawannya menganggap film itu menghina keyakinan agama seseorang. Apalagi pada film itu ada pemlesetan ayat-ayat Al-Quran dengan gambar yang melatarbelakanginya adalah hancurnya gedung WTC di Amerika. “Ini seperti menggiring orang mempersepsikan umat Islam sebagai bagian dari terorisme,” ujarnya.

Saefull mendukung sikap Pemerintah yang berani mencekal Geert Wilders. Ia juga setuju agar umat Islam tidak terprovokasi sehingga menyulut konflik horisontal di antara warga. “Makanya FPI datang ke sini untuk berdialog, dan tidak menggelar pasukan banyak-banyak,” katanya.

Konsul Kehormatan Kerajaan Belanda untuk Jawa Barat Hamonongan Nasoetion mengatakan, pemerintah Belanda juga mengecam tindakan Geert Wilders, yang disebutnya gila. “Perbuatan itu tidak mewakili pandangan bangsa Belanda,” katanya.

Namun pihaknya telah memberitahu warga Belanda yang tengah berada di Jawa Barat untuk berhati-hati. Menurut dia, akibat beredarnya film “Fitna” itu, pemerintah Belanda sempat khawatir nasib warganya di Indonesia . Warga Belanda yang tinggal di Jawa Barat tak banyak, hanya sekitar 200 orang. Setengahnya, berada di Bandung. “Kalau ada apa-apa, kita mohon agar menghubungi kami, tapi saya rasa warga Belanda aman di sini,” katanya.

Ahmad Fikri


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Larang Penayangan Film “Fitna” di Indonesia
Film Animasi Lokal Masih Dikuasasi Asing
Ketua FPI Surabaya Dituntut Tiga Bulan
Bentrok Dukuh Atas Bebuntut ke Polisi
Pocong Terkubur Sensor
Insinyur Indonesia Tak Peka pada Lingkungan
Badan Film Daerah Tolak Syuting Film Bom Bali
Film Syriana Kena Sensor di Arab

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [4]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk120223 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Komisi Yudisial Jadwalkan Periksa Khaidir
Pembahasan Air Bersih di Tangerang Mandek
Waspada Pencurian Dengan Modus Pengembosan Ban
Mahasiswa Indonesia Kurang Pede Berbahasa Inggris
Kekeringan Mulai Hantam Kabupaten Kediri

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data