|
Dede Yusuf Tolak Susu Impor
Selasa, 01 April 2008 | 23:31 WIB
TEMPO Interaktif, CIANJUR:Kampanye Dede Yusuf sebagai calon wakil gubernur Jawa Barat di Kabupaten Cianjur hari ini diwarnai dengan konvoi keliling kota. Meski begitu, ia juga berorasi soal pentingnya perbaikan kesehatan warga Jawa Barat. Terutama soal penanganan gizi buruk dan perlunya menolak pemakaian susu impor.
Saat berpidato di lapangan Prawatasari, Joglo, Cianjur, Dede Yusuf menyoal kurangnya penanganan gizi buruk. Terutama kurang aktifnya peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Pusat Kesehatan Pondok Pesantren (Puskespontren).
Seharusnya, menurut Dede, pemerintah mengaktifkan pusat-pusat pelayanan kesehatan tersebut. Terutama agar masyarakat lebih mendapatkan pelayanan dengan mendatangi tempat tersebut. Ini karena kasus gizi buruk, umumnya kurang informasi serta komunikasi dalam penanganan kesehatan, khususnya balita. “ Selain itu juga harus ada subsidi khusus untuk menunjang ini. " Misalnya bantuan susu dan kacang ijo. Sebaiknya kita juga menghindari impor susu untuk memperbaiki peningkatan kualitas peternakan sapi lokal," ujar Dede di hadapan ribuan pendukungnya.
Selain masalah kesehatan, Dede Yusuf juga menyinggung masalah kurangnya perhatian terhadap seni dan budaya Jawa Barat. Ia juga mengingatkan pentingnya pendataan serta pendaftaran hak cipta karya seni dan budaya Jawa Barat. "Untuk menghindari pencaplokan seperti yang dilakukan Malaysia terhadap karya seni dan budaya Indonesia,"ujar Dede.
Dede juga mengklaim tidak ada sarana untuk menampung produk seni dan budaya Jawa Barat baik berupa galeri maupun gedung kesenian. "Di Jawa Barat tidak ada gedung kesenian yang representatif," katanya.
Usai menyapa warga Cianjur dengan keliling kota, Dede langsung menuju Sukabumi untuk menghadiri kampanye di kota tersebut.
Deden Abdul Aziz
INDEKS BERITA LAINNYA :
|