|
Menuju Jabar Satu
Danny Tak Bisa Halangi Pantura Pisah dari Jawa Barat
Selasa, 01 April 2008 | 23:43 WIB
TEMPO Interaktif, SUBANG:Calon Gubernur incumbent Jawa Barat Danny Setiawan mengaku tak bisa menghalangi jika masyarakat wilayah pantai utara keluar memisahkan diri dari provinsi Jawa Barat. Menurut dia, wacana berpisah itu adalah hak masing-masing warga. Mereka dinilai punya hak melakukan evaluasi keluar atau tidak dari Jawa Barat. “Karena itu, sepanjang mengikuti koridor yang benar, saya kira berpisah tidak apa-apa. Bagaimana pun aspirasi harus diperhatikan” kata Danny di sela kampanyenya di Subang, Selasa (1/4).
Munculnya keinginan masyarakat pantai utara Jawa Barat seperti Cirebon, Kabupaten Cirebon dan Indramayu memisahkan diri dari Jawa Barat dan mendirikan provinsi sendiri karena kecewa dengan pembangunan infrastruktur, tingkat kesejahteraan dan pendidikan yang dianggap, lebih diperhatikan Danny. Sementara, jutaan petani dan nelayan di Pantura, misalnya, hidup di bawah garis kemiskinan dan berpendidikan rendah.
Meski begitu, Danny yang berpasangan dengan Iwan R Sulanjana berjanji jika terpilih nanti bakal menperioritaskan pembangunan bidang pendididkan. "Kesejahteraa guru dan tenaga medis harus ditingkatkan lagi," kata Danny.
Sesadngkan dalam bidang kesejahteraan masyarakat, pasangan cagub dan sawagub dengan akronim Da'i (Danny dan Iwan) tersebut, akan mengedepankan penyelesaian masalah yang berhubungan soal pertanian, nelayan dan pekerja swasta. "Sebab, merekalah yang menggerakkan ekonomi regional Jawa Barat," ucap Danny.
Dalam kampanye itu, hadir pula fungsionaris Partai Golkar Pusat Budi Harsono dan Nurul Arifin. Juga Komar dari Partai Demokrat. Namun agaknya massa di Subang yang hadir dalam kampanye itu lebih antusias bergoyang dangdut yang dilantunkan artis dangdut ibu kota ketimbang memperhatikan soal materi kampanye dari para jurkam termasuk misi yang dilontarkan Danny.
Nanang Sutisna
INDEKS BERITA LAINNYA :
|