|
Kasus SPP Fiktif, 60 mahasiswa Unej Tak Bisa Wisuda
Rabu, 02 April 2008 | 13:38 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Mahasiswa dan dosen Universitas Jember (Unej) yang tergabung dalam Forum Solidaritas Pembela Mahasiswa UneJ (FSPMUJ) dan Forum Penyelamat Unej (FPUJ) menuntut rektor dan Pembantu Rektor II Unej mengundurkan diri dari jabatannya. Disamping itu, mereka juga menuntut pihak rektorat Unej menerbitkan kebijakan 'pemutihan' bagi ratusan mahasiswa yang menjadi korban calo SPP Fiktif. Tuntutan itu diungkapkan dalam aksi unjukrasa di depan kantor pusat Unej, rabu (02/03) pagi.
Mereka menilai rektor dan pembantu rektor II Unej yang bertanggungjawab dalam kasus uang Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) Fiktif, tidak becus menyelesaikan kasus itu. Mahasisswa yang menjadi korban calo SPP Fiktif diwajibkan membayar uang ulang uang SPP mereka.
Akibatnya, hingga saat ini sedikitnya 60 orang mahasiswa Unej terancam tidak bisa mengikuti wisuda sarjana strata satu (S1) dan Diploma (D3).
"Kasus SPP Fiktif ini mengorbankan mahasiswa. Rektorat Unej tidak becus dan tidak serius. Malah memaksa mahasiswa yang aakan diwisuda untuk membayar ulang SPP mereka," kata Koordinator aksi, Marlutfi Yoandinas, kemarin.
Padahal, lanjutnya, FSPMUJ dan FPUJ sudah berkali-kali menagih janji komitmen rektor dan pembantu rektor II untuk segera menyelesaikan kasus itu, tanpa mengorbankan mahasiswa. mahbub djunaidy
INDEKS BERITA LAINNYA :
|