|
Hutan di Bojonegoro Butuh 4,5 Juta Bibit
Rabu, 02 April 2008 | 19:49 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kawasan hutan di Bojonegoro membutuhkan sedikitnya 4,5 juta bibit pohon jati,untuk ditanami (disulam) sejumlah lokasi hutan gundul di kabupaten ini. Upaya ini menanggulangi terjadinya longsor dan banjir lumpur yang menyasar puluhan rumah penduduk di Kecamatan Gondang dan Kecamatan Temayang, Bojonegoro, pada Sabtu (29/3) malam.
“Jika dihitung, bibit pohon jati yang disediakan sekitar 4,5 juta bibit jati,” tegas Harmono, Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan (KKPH) Bojonegoro, pada Tempo di kantornya, Rabu (2/4) sore.
Hutan di KPH Bojonegoro tercatat seluas 50 ribu hektare lebih. Dari jumlah itu, tercatat sekitar 4600 hektare gundul. Itu belum termasuk sekitar 1000 hektare kawasan yang sekarang ini tumbuh bibit jati berumur di bawah lima tahun, sepertai di kawasan Sugihan dan Soko. Gundulnya hutan di Bojonegoro, dampak dari penebangan liar yang terjadi antara tahun 2000 hingga 2003 silam.
Menurut Harmono, terjadinya banjir lumpur dan tanah longsor yang menyasar di wilayah Tretes dan Gondang, karena daerah penyangga hutan di atasnya yang berada di tanah tebing. Kondisi itu didukung oleh buruknya cuaca, seperti angin kencang dan hujan deras. Dia mengakui, akibat bencana itu, hutan di kawasan Tretes dan Gondang, tumbang dan patah hingga jumlahnya lebih dari 15 truk. Itu termasuk puluhan pohon jati berusia 60 tahun ke atas. “Jadi, ini yang membuat Perhutani rugi,” tegasnya.
INDEKS BERITA LAINNYA :
|