Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Direktur PJTKI Tipu 62 Calon TKI
Rabu, 02 April 2008 | 19:58 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepolisian Daerah Bali menetapkan Direktur PT Cegar Sari Buana I Putut Giriasa Rusmaja (33) sebagai tersangka penipuan 62 calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Kepada korbannya, kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Ajun Komisari Besar Polisi Erwin C. Rusmana, Giriarsa berjanji akan mempekerjakannya di Miami, Amerika Serikat. “Disana kerja di RS dan Hotel,” jelasnya, Rabu (2/4).

Untuk bisa berangkat ke negeri paman Sam itu, kata dia, Giriarsa meminta uang sebesar Rp 60 juta pada setiap korbannya. Alasanya, akan digunakan untuk operasional pemberangkatan. “Sebelumnya ada 78 orang yang mendaftar sebagai TKI, tapi setelah dilakukan tes yang lolos hanya 62 orang,” ujarnya.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Giriarsa mengaku bersedia menyelesaikannya secara baik-baik dengan korbannya. Namun, terbukti janji itu hanya bualan. “Sebelumnya korban meminta uang pengganti, tapi diulur-ulur terus,” ujarnnya.

Meski kasusnya dilaporkan ke Mapolda Bali pada 5 Sepetember 2007 silam, namun secara resmi polisi baru menetapkan Giriarsa sebagai tersangka pada 24 Maret lalu. Pasalnya, tersangka dikenal tidak koperatif dalam memberikan keterangan. “Kasus ini sangat alot,” ujar Erwin.

PT Cegar Sari Buana terletak di jalan raya Dalung Utara Denpasar. Sejak beroperasi Juli 2006 silam, kata Erwin, perusahaan ini bergerak di bidang penyaluran tenaga kerja ke luar negeri. Kasus ini sendiri mencuat setelah banyak calon tenaga kerja yang mendafatar di perusahaan ini urung berangkat. Dalam aksinya, mereka memasang iklan lowongan kerja di media masaa untuk mencari korbannya. Kebanyakan korban berasal dari Bali sendiri.

Kini, polisi telah mengamakan Giriarsa beserta sejumlah alat buktinya di Mapolda Bali. Di antara alat bukti itu adalah blangko pendafataran, bukti transfer uang, dan kliping iklan di media massa.

Erwin menegaskan saat ini Bali merupakan tempat yang petensial menjadi terminal keberangkatan TKI ke luar negeri. Karenanya, dia berharap masyarakat yang mengetahui adanya praktek pengiriman tenaga kerja illegal agar melaporkan ke kepolsiain. “Di sini (Bali) infrastruktur ada semua, Bandara maupun pelabuhan laut,” tukasnya. ANANG ZAKARIA


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk120306 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data