|
Minggik Sembuyikan Yan Ketu Usai Membunuh Burik
Kamis, 03 April 2008 | 12:40 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Polisi mulai berhasil mengungkap keterlibatan Ketua Forum Peduli Denpasar (FPD) Made Sutama alias Minggik dalam sejumlah aksi kriminal di Denpasar.
Wakil Direktur Reserse Kriminal Kepolisian Daerah Bali Ajun Komisaris Besar Polisi Erwin C. Rusmana mengatakan Wayan Sudirga alias Yan Ketu bersembunyi di rumah Minggik usai membunuh Komang Ardana alias Burik pada akhir tahun lalu. “Dia bersembunyi bersama semua keluarganya,” katanya, kemarin.
Keterangan ini diperoleh dari pemeriksaan polisi terhadap Yan Ketu. “Tapi masih akan kami cocokkan lagi dengan barang bukti yang masih kami cari,” ujarnya.
Erwin enggan berkomentar mengenai motif di balik pembunuhan itu. Ia menduga pembunuhan ini dilatarbelakangi persaingan “bisnis kemananan” antar preman di Denpasar.
Komang Ardana alias Burik, 34 tahun, memang dikenal sebagai seorang pentolan preman dan pengepul togel di Denpasar. Dia tewas ditebas orang tak dikenal pada 19 Desember 2007 silam saat melintas di jalan Kusuma Bangsa, Denpasar. Saat itu, Burik yang mengendarai sepeda motor Vario DK 2106 XJ baru saja mengambil rekapan togel. Karena luka yang cukup parah, dia tewas di tempat kejadian.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Tempo, Yan Ketu melakukan pembunuhan itu bersama seorang bernama Ida Bagus Anom Wijaya. Anom Wijaya sendiri tewas ditebas benda tajam oleh orang tak dikenal, pada 27 Februari 2008 lalu.
Pembunuhan itu bermula saat Anom Wijaya hendak berangkat ke tempat kerjanya di Terminal Ubung. Di terminal itu, dia dikenal sebagai penjual tiket salah satu agen bus antar pulau. Meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit Sanglah Denpasar, nyawa Anom Wijaya tak tertolong lagi karena luka yang cukup parah. ANANG ZAKARIA
INDEKS BERITA LAINNYA :
|