|
Penangkap Penimbun Pupuk diiming-imingi Rp 2 Juta
Kamis, 03 April 2008 | 14:27 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bupati Bojonegoro, Suyoto akan memberikan bonus Rp 2 juta bagi orang yang berhasil menangkap para penimbun atau yang ketahuan membawa pupuk keluar dari daerah Bojonegoro. Bonus ini diberikan sebagai upaya mengatasi kelangkaan pupuk di kabupaten ini, disaat musim tanam tahap kedua tahun 2008 ini.
“Itu janji Pak Bupati,” kata Djindan Muhdin, Kepala Dinas
Informasi dan Komunikasi Bojonegoro, Kamis (3/4).
Dia menyebutkan, pemberian bonus ini jangan diartikan
sebagai bentuk interfensi pemerintah kepada masyarakat. Tetapi, lebih ke bentuk rangsangan sekaligus membantu petani yang sekarang ini banyak dilanda masalah. Setidaknya terjadinya banjir berkali-kali dalam tiga bulan terakhir ini.
Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro, Parwoto mengatakan jatah pupuk untuk Kabupaten Bojonegoro tercatat sebanyak 60 ribu ton pertahunnya untuk pupuk urea produksi Petro Kimia Gresik Dari jumlah tersebut hanya sebanyak 52 ribu ton pertahun yang mendapatkan subsidi atau nominalnya sebesar Rp 3 miliar lebih dari pos APBD tahun 2008.
Tetapi, lanjutnya, di lapangan kerap terjadi pupuk kurang. Yang muncul di lapangan, yaitu kemana saja, pupuk itu sehingga menjadi kurang. Apakah misalnya, pupuk ditimbun atau dibawa keluar dari Bojonegoro. “Padahal, jika dilihat jatah untuk Bojonegoro pupuknya sudah cukup. Inilah yang kemudian membuat Bapak Bupati Bojonegoro memberikan bonus bagi warga yang bisa menangkap orang yang menimbun atau membawa keluar pupuk,” kata Parwoto.
Data di Dinas Pertanian Bojonegoro menunjukkan, akibat banjir yang menyasar sedikitnya 19 kecamatan dari total 27 kecamatan di Bojonegoro, pertanian di kabupaten rugi miliaran rupiah. Misalnya, banjir pada Januari lalu, tercatat ada sekitar 9000 hektare tanaman padi siap panen yang puso akibat banjir.
Kondisi itu terulang saat banjir pada pertengahan Maret lalu, dimana tercatat ada sekitar 1200 hektare tanamana padi berumur di bawah satu bulan terendam banjir. Padahal, tanaman padi yang terendam banjir itu, adalah bantuan dari Pemerintah Pusat.
Banjir yang mendera petani selama tiiga bulan berturut-turut Januari hingga Maret lalu, juga mengancam produksi padi tahun 2008. Target produksi padi tahun ini sekitar 725 ribu ton, kemungkinan tidak tercapai. Apalagi, sejumlah daerah lumbung padi di desa-desa di Bojonegoro terendam banjir. Di antaranya di Kecamatan Kalitidu, Malo, Trucuk dan sebagian di Kapas. sujatmiko
INDEKS BERITA LAINNYA :
|