Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Wayang Thengul Bojonegoro Masuk Kurikulum SMP
Kamis, 03 April 2008 | 18:50 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kerajinan membuat wayang thengul akan masuk kurikulum pada mata pelajaran ketrampilan dan kesenian (KTK) Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Bojonegoro. Materi kesenian lokasi ini, dilakukan untuk melestarikan para seniman perajin wayang thengul di kabupaten ini.

Realisasi pemberian mata pelajaran untuk siswa SMP ini, akan dilaksanakan pada semester genap tahun 2008, ini tepatnya bulan Mei mendatang.

Dinas Pariwisata Bojonegoro dan Dinas Pendidikan Bojonegoro, telah menyepakati kerjasama itu. “Sudah disetujui dan tinggal realisasinya saja,” tegas Imam Wahyu Santoso, Kepala Subdinas Kebudayaan, Dinas Pariwisata Bojonegoro, di kantornya, Kamis (3/4).

Untuk mendukung program pendidikan bagi penguatan budaya lokal itu, pihak Dinas Pendidikan dan Dinas Pariwisata Bojonegoro, akan melibatkan sejumlah seniman pembuat wayang thengul dan dalang wayang thengul di kabupaten ini. Mereka akan menjadi instruktur langsung untuk mengajar mata pelajarana bagi siswa-siswa SMP di Bojonegoro.

Di Kabupaten Bojonegoro, lanjut Imam, selama ini, sudah jarang sekali ditemukan seniman pembuat wayang thengul. Kini sulit ditemukan para seniman kesenian lokal ini, setelah sejumlah seniman wayang thengul meninggal dunia. “Ini bagian dari upaya melestarikan kesenian wayang thengul dari kepunahan,” tandasnya.

Pihak Dinas Pariwisata Bojonegoro, dalam dua tahun terakhir menyebutkan, kesenian wayang thengul akan menjadi salah satu unggulan kesenian di Jawa Timur. Tetapi, kondisi ini kadi ironi, mengingat di kabupaten ini, jumlah dalang dan seniman pembuat wayang thengul mulai langka.

Keprihatinan ini, juga dirasakan sejumlah dalang wayang thengul di Bojonegoro. Apalagi, dari tahun ke tahun, jumlah dalangnya yang terus berkurang. Sekarang ini, tercatat hanya sekitar sembilan dalang wayang thengul. “Yang lainnya, dalang wayang thengul merangkap menjadi dalang wayang kulit. Ini bagian dari keprihatinan saya,” tegas Mardi Marto Degleg, salah satu dalang wayang thengul tersohor di Bojonegoro. sujatmiko


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk120395 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Industri Kreatif Sumbang 7,8 Persen PDB Jawa Barat
Kampanye Hari Pertama Tanpa Dialog
Pemerintah Diminta Membentuk Badan Kependudukan
Soekarwo Gunakan Hak Pilihya Bersama Istri dan tiga anaknya
Rupiah Nangkring di Kisaran Rp 9.130-9.180

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data