|
Penumpang Gelap Kereta Api Masih Sulit Diatasi
Jum'at, 04 April 2008 | 12:48 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT. Kereta Api Daerah (KAI) Daerah Operasi (Daop) VII Madiun mengaku masih kesulitan mengatasi penumpang tidak bertiket (penumpang gelap) kereta api. "Jumlahnya sangat besar," kata juru bicara PT. KAI Daop VII Madiun, Eko Budiyanto, Jumat (4/4).
Berdasarkan data yang tercatat di Stasiun Kota Madiun, jumlah penumpang gelap kereta api pada kurun Januari hingga Maret mencapai 3.707 penumpang. Dengan rincian sebanyak 1350 penumpang gelap pada Januari, 1107 pada Februari dan 1250 pada Maret.
Jumlah ini terjaring dari pemeriksaan serentak oleh PT KAI Daop VII Madiun yang digelar setiap hari oleh tim. Yang terdiri pegawai kereta api, polisi khusus kereta api, anggota POM Angkatan Udara, Pom Angkatan Darat dan Polri.
Adanya penumpang gelap, kata Eko, karena kurangnya kesadaran serta disiplin masyarakat membeli tiket. Selain itu disebabkan kurang tegasnya kondektur untuk menindak penumpang yang tidak bertiket. "Sehingga mereka tidak jera dan malas membeli tiket," ujarnya.
Besarnya jumlah penumpang gelap, lanjutnya mengakibatkan kerugian yang cukup besar bagi pendapatan PT. KAI. Dalam setiap kali pemeriksaan serentak terjaring sedikitnya 10 penumpang gelap dalam setiap kereta. Adapun di wilayah PT. KAI Daop VII Madiun ada sebanyak 17 jenis kereta eksekutif, binis dan ekonomi yang menjadi sasaran pemeriksaan.
Eko menambahkan bagi penumpang gelap akan dikenai biaya tiket dua kali. Jika tidak bersedia membayar mereka akan diturunkan distasiun kereta terdekat. "Walaupun seperti itu, masih banyak penumpang gelap yang lolos saat pemeriksaan," akunya. DINI MAWUNTYAS
INDEKS BERITA LAINNYA :
|