|
Kelangkaan BBM di Denpasar Meluas
Jum'at, 04 April 2008 | 12:50 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Hingga hari kedua ini, kelangkaan BBM semakin meluas di Denpasar. Akibatnya, antrean kendaraan bermotor di sejumlah SPBU yang masih memiliki stock BBM bertambah panjang dari hari sebelumnya.
Pantauan di lapangan, hingga siang ini antrean masih terjadi. Di antaranya terjadi di dua SPBU jalan Raya Puputan Renon, jalan Hayam Wuruk, jalan Teuku Umar, dan jalan Gatot Subroto. Kebanyakan antrean didominasi oleh kendaraan roda dua.
Bahkan, meski mengoperasikan satu pompa pengisian BBM, sebuah SPBU di jalan Tjok Agung Tresna yang masih dalam perbaikan terlihat dipadati antrean kendaraan bermotor. Di antara antrean Rata-rata antrean sepanjang 300 meter itu terjadi sejak pukul 08.00 wita tadi.
Sales Representatif Pertamina Bali Putut Adriatno mengatakan kelangkaan ini hanya masalah pemulihan saja. Pasalnya, sejak mulai kelangkaan pada Kamis pecan lalu, Pertamina telah memasok jumlah BBM berlebih ke tiap SPBU.
Dari pasokan 1600 kiloliter perhari, kata dia, Pertamina menaikkan menjadi 1800 kiloliter di tiap SPBU. “Bahkan untuk mengatasi kelangkaan, hari ini kita naikkan menjadi 2200,” katanya, Jumat (4/4). Tambahan ini sekaligus untuk memenuhi permintaan dari SPBU. “Sejak kelangkaan terjadi omset penjualan mereka meningkat karena banyak permintaan.”
Dia mengaku heran mengapa antrean panjang terjadi di hampir semua SPBU. Padahal, pasokan lebih dari cukup. Fenomena ini, menurut dia, terjadi karena masyarakat mengalami kekhawatiran yang berlebihan. “Akhirnya mereka berusaha mengisi sepenuh-penuhnya tangki mereka,” imbuhnya.
Kendati demikian, dia mengaku puncak kelangkaan BBM hari ini sebagai imbas berkurangnya pasokan sehari sebelumnya. Pada Kamis kemarin, jelas dia, Pertamina mengurangi 50 persen jatah pasokan BBM di tiap SPBU. Hal ini karena adanya keterlambatan kedatangan kapal tangker di Terminal Transit Mangis (TTM), Karangasem.
Menangggapi kelangkaan BBM ini, Ketua Komisi II Bidang Perekonomian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali I Nengah Usdek Maharipa mengatakan jauh hari sebelumnya Pertamina menjamin pasokan BBM aman. “Dulu sudah ada kesepakatan dengan pemerintah propinsi, Pertamina akan memprioritaskan pasokan di Bali,” ujarnya.
Kesepakatan ini dibuat, kata dia, karena sebagai kota partiwisata, Bali merupakan representasi Indonesia di dunia internasional. Sehingga sangat perlu dijaga stabilitasnya. “Tapi ternyata itu hanya isapan jempol semata,” tukasnya.
Menurut dia, salah satu sebab terjadinya kelangkaan kali ini karena kinerja pengawasan tim distribusi yang tidak maksimal. Tim ini, kata dia, terdiri dari Swana Migas, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Pertamina. “Alasan Pertamina itu klasik dan tidak bisa diterima.”
Dia mengatakan sebagai langkah kongkrit, pihaknya akan mendesak pemerintah menyelesaikan kelangkaan BBM ini dalam waktu satu minggu. Pasalnya, jika kelangkaan ini terus berlanjut, dia khawatir harga kebutuhan bahan pokok akan terdongkrak naik. ANANG ZAKARIA
INDEKS BERITA LAINNYA :
|