Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Malam ini, Festival Film Independen Jember Mulai Digelar
Jum'at, 04 April 2008 | 17:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Mulai pukul 19.00 ini, untuk pertama kalinya, festival film independen digelar di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Acara Jember Film Festival (Jfival) 2008 itu diikuti oleh ratusan peserta dan komunitas film independen dari berbagai daerah di Indonesia.

Acara yang diprakarsai oleh komunitas film independen Jember (Koin) itu digelar di gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Universitas Jember mulai Jumat (4/04) - Senin (7/04) pekan depan.

Menurut manager Jfival, Adi Wijaya, acara tersebut merupakan ajang kompetisi film-film indie (istilah populer untuk film independen) yang diikuti oleh komunitas film indie di seluruh Indonesia. Dalam Jfival ini, terdapat 133 film indie yang telah dikirim ke panitia festival.

Dari jumlah itu, kemudian melewati seleksi tahap pertama hingga menjadi 60 film. "Dalam tahap nominasi itu, juri akan memilih 20 film, dalam 8 kategori juara, " kata Adi Jumat (4/4).

Festival ini antara lain diikuti dari daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Jogjakarta, Jawa Barat, Jakarta, dan Medan. Yang mengejutkan, kata Adi, ternyata di beberapa kota kecil seperti Bondowoso, Banyuwangi, dan Probolinggo, ada juga komunitas pembuat film independen.

Beberapa film indie yang turut berkompetisi antara lain film indie "Ibu Pertiwi" dan "Anak Lanang" produksi komunitas ASA Jelata Banyuwangi tahun 2008, "Revolusy Haty", animasi 5 ,5 menit karya komunitas Badjak Laoet Bondowoso, tahun 2006, "Aurat yang seksi",dokumenter berdurasi 5.21 menit, karenya komunitas warung film Probolinggo, 2008, dan "Puisi" berdurasi 23.49 menit karya anggota Homecine Malang, 2008.

Selain memutar film indie yang dilombakan, Jfival juga menghadirkan beberapa film indie yang sudah
malang melintang di kancah film indie Indonesia antara lain Boncengan, Metu Getih, Peronika, atau film
tentang lumpur Lapindo berjudul "Segelintir Harapan Dibalik Lumpur" serta beberapa film pendek Perancis dari Clermont-Feraand International Short Film. Mahbub Djunaidy


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk120497 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data