|
Masyarakat Malang masih Antri Elpiji
Jum'at, 04 April 2008 | 18:35 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Meski Pertamina Malang telah menambah pasokan elpiji ke Kota Malang seribu tabung ukuran 12 kg perhari, para pembeli elpiji masih tetap banyak. Antrian para pembeli terlihat di setiap pangkalan. "100 tabung habis dalam sekejap," kata Manajer Agen Elpiji PT Gading Mas, Prayitno, Jumat (4/4).
Menurut Prayitno, PT Gading Mas mendapat tambahan sebanyak 100 tabung dari Pertamina sehingga total kuota menjadi 600 tabung sehari. Dalam sehari, sebanyak 600 tabung pasti habis. "Saya heran kemana larinya elpiji," ujarnya.
Di PT Mason Naradji juga mengalami hal serupa. Kepala Gudang PT Mason, Made Hary Ardjana mengatakan ada tambahan dari Pertamina sebanyak 110 tabung dari kuota sebanyak 350 tabung. Tabung sebanyak itu pasti habis. Para pembeli terpaksa harus menunggu datanganya kiriman elpiji dari tempat pengisian di Karangploso Kabupaten Malang. "Karena tak menaikkan harga, barang cepat habis."
Wira Penjualan Gas Domestik Pertamina Depo V Malang, Usman Lekki menengerai ada pembeli dari luar kota yang memborong elpiji di Kota Malan. Para pembeli tersebut diduga adalah pelaku industri. "Ada kemungkinan pembeli luar kota Malang yang membuat elpiji cepat habis," ujar Usman Lekki.
Agar warga Malang tidak kesulitan emncari elpiji, Pertamina menerima pemesanan antar ke masyarakat melalui telpon hotline. Pemesanan melalui telepon ini buka selama jam kerja. Pemesanan kemudian akan diberikan ke agen yang dekat dengan rumah pemesan. "Harganya Rp 54.000 hingga Rp 55.000, termasuk biaya antar. Ini harga normal," kata Usman.
Lima agen telah disiapkan untuk melayani pesanan, yakni PT Mapalus, PT Gading Mas, PT Mason Naraji, Alfa Gas, dan Kusuma. Masing-masing agen sudah menyiapkan armada untuk pengantaran.
Setelah sehari dibuka, pesanan mengalir deras. Dalam sehari, ada sekitar 250 pemesan. Tetapi, tidak semua terlayani. "Kami pesan sejak pagi, tapi sampai sekarang belum datang," kata Wahyuni, seorang pemilik warung di Jl. Dr Sutomo Kota Malang.
Prayitno mengatakan sulit untuk memenuhi pesan antar karena pembeli di agen menumpuk. Pihaknya tak bisa membagi elpiji untuk dijual langsung atau diantar ke konsumen karena belum ada kuota yang jelas dari Pertamina berapa jumlah elpiji yang harus diantar.
Usman Lekki mengatakan pembukaan pesanan antar ini merupakan salah satu bentuk simpati Pertamina atas kesulitan masyarakat. Pihaknya berupaya keras melayani pesanan masyarakat. Layanan ini akan tetap dibuka sampai antrian pembeli tidak ada lagi. Bibin Bintariadi
INDEKS BERITA LAINNYA :
|