Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ali Masykur diminta Menolak Gantikan Muhaimin
Jum'at, 04 April 2008 | 18:40 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Memanasnya konstalasi politik di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merasuki para pendukung dan simpatisan di Kota Kediri, Jawa Timur, Jum’at (4/4). Puluhan masa menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Pos dan Giro di Jalan Mayor Jenderal Sungkono untuk memberi dukungan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang didepak oleh Ketua Dewan Syuro Abdurrahman Wahid.

Selain itu masa yang mengatasnamankan KEPPAM (Konstituen PKB Pencoblos Ali masykur) itu juga meminta Ali Masykur Musa yang disebut-sebut akan ditunjuk menggantikan Muhaimin, menolak tawaran menduduki kursi ketua Umum PKB.

"Kami minta agar Ali Masykur Musa menolak tawaran menggantikan Muhaimin Iskandar. Kelak Ali Masykur juga akan diperlakukan sama seperti Muhaimin oleh Gus Dur dan Yeni Wahid," kata Arief Rahman, koordinator KEPPAM dalam orasinya.

Dalam melakukan aksinya, masa mengelar sepanduk bertuliskan, "Cak Ali Masykur, Jangan Jadi Tumbal Yeni Wahid." Spanduk itu dibentangkan di halaman kantor Pos dan Giro. Hal itu membuat pengunjung Kantor Pos sempat kesulitan memarkir kendaraan.

Menurut Arief, rapat pleno DPP PKB tanggal 26 Maret lalu yang mendongkel Muhaimin Iskandar dari jabatannya sebagai Ketua Umum DPP PKB sangat memprihatinkan. Ironisnya, Gus Dur dan putrinya Yeni Wahid akan berupaya menaikkan Ali Masykur Musa menggantikan Muhaimin.

"Sebagai konstituen yang memilih Ali Masykur dalam Pemilu 2004, kami tidak menghendaki figur pilihan kami hanya jadi tumbalnya Yeni Wahid dan Gus Dur," kata Arief.

Menurut dia, Ali Masykur merupakan anggota legislatif yang mewakili daerah pemilihan kediri dan sekitarnya. Di mata para simpatisan PKB, sosok seperti Muhaimin Iskandar dan Ali Maskur merupakan kader muda PKB yang cemerlang dan tidak pantas diadu domba seperti itu. Dengan menaikkan Ali Masykur, otomatis keduanya akan menjadi berlawanan.

"Hal itu merupakan pendidikan yang buruk bagi partai. Saat ini tidak jelas mana yang berniat busuk dan mana yang berusaha berniat baik. Untuk itu Ali Masykur harus berhati-hati," kata dia.

Dengan pertimbangan itu, masa meminta agar Ali masykur tidak mudah tergoda untuk menerima tawaran mengambil alih kepemimpinan PKB dari Muhaimin Iskandar. Jika Ali Masykur berniat menerima tawaran menjadi Ketua Umum PKB, maka masa pendukung akan kembali menggalang dukungan menolak kepemimpinan Ali Masykur Musa.

Dalam aksi itu, para pengunjukrasa juga menggelar tari jaranan untuk mengambarkan perpecahan yang terus terjadi di tubuh PKB. Dua kuda kepang, selama aksi berlangsung terus saling membenturkan kepala untuk menggambarkan situasi di PKB saat ini.

Usai melakukan aksi, masa kemudian berbondong-bondong masuk ke kantor Pos untuk mengeposkan surat yang ditujukan kepada Ali Masykur Musa dengan alamat DPP PKB Jalan Kalibata Timur I/12 Jakarta Selatan. DWIDJO UM


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk120499 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

IPB Kembangkan Sentra Benih Kedelai di Luar Jawa
Diduga Perampok, Mobil Fortuner di Hancurkan Massa
Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data