|
Korban Longsor di Ponorogo Diminta Transmigrasi
Jum'at, 04 April 2008 | 19:45 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo meminta sedikitnya 60 jiwa yang berasal dari 15 keluarga di Desa Pelem, Kecamatan Bungkal, Ponorogo, Jawa Timur untuk mengikuti transmigrasi ke Kalimantan Timur dan Maluku Utara.
"Tawaran itu telah kami sosialisasikan ke warga selama tiga hari terakhir," kata Camat Bungkal Abbas Kuntoro, Jumat (4/4). Namun menurut dia hingga saat ini warga belum memberikan pernyataan siap untuk mengikuti transmigrasi tujuan Kalimantan Timur dan Maluku Utara.
Abbas mengatakan jika selama sepekan warga belum memberikan jawaban, pihaknya, lanjut dia akan bermusyawarah dengan korban longsor untuk mencari jalan keluar.
Sebagaimana diketahui, sekitar satu pekan lalu longsor melanda wilayah Desa Pelem. Longsor yang melanda hingga tiga kali membuat sejumlah rumah warga roboh serta mengancam keselamatan jiwa. Akibatnya warga mengungsi ke sanak saudara yang lain.
Kepala Sub Dinas (Kasubdin) Perlindungan Masyarakat Dinas Kesbanglinmas (Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat) Ponorogo, Nuryanto sebelumnya menegaskan jika wilayah Desa Pelem tidak layak huni. Tanahnya yang labil dan gembur mengakibatkan longsor mudah terjadi saat tergerus air hujan.
Hingga saat ini, sebagian korban longsor di Pelem telah mulai kembali menempati rumahnya seiring dengan berkurangnya curah hujan. Jika sebelumnya warga hanya berani menempati rumah pada siang hari namun saat ini mereka sudah berani menempati pada malam hari.
Salah satu warga setempat, Boiran mengatakan siap mengikuti transmigrasi jika tempat tinggalnya dinilai sudah tidak layak huni. Namun ia bersedia mengikuti transimigrasi jika tujuannya adalah Sumatera. "Banyak sanak saudara disana," imbuhnya.
Sedangkan dari data yang tercatat di Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Ponorogo, jatah transmigrasi untuk warga hanya ada tujuan ke Kalimantan Timur dengan 15 keluarga dan Maluku Utara dengan 10 keluarga. DINI MAWUNTYAS
INDEKS BERITA LAINNYA :
|