Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

PT BISI Targetkan Produksi Benih Jagung 40 Ribu Ton dan Padi Hibrida 10 Ribu Ton
Minggu, 06 April 2008 | 15:48 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT BISI International Tbk., produsen benih jagung dan padi hibrida, menargetkan bisa memproduksi benih jagung hibrida sebanyak 40 ribu ton dan padi hibrida 10 ribu ton di tahun 2008. Target itu diestimasikan bisa tercapai dengan mengerahkan petani mitra kerjasama sebanyak 150 ribu orang dengan luas lahan penangkaran benih mencapai 42 ribu hektar.

"Saat ini kebutuhan ekspor bukan menjadi prioritas karena sesuai arahan Wakil Presiden Jusuf Kalla tadi, kita diminta untuk turut memacu ketahanan pangan nasional. Jadi kami akan berkonsentrasi untuk kebutuhan dalam negeri," kata Djunaedi Sungkono, Presiden Direktur PT BISI di sela-sela mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam kunjungan kerja ke pusat produksi PT BISI di Desa Sumberagung, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu (6/4).

Saat ini kapasitas produksi benih jagung hibrida dan padi hibrida PT BISI mencapai 60 ribu ton per tahun. Sedangkan benih hortikultura mencapai 4 ribu ton per tahun. Pada tahun 2007, keseluruhan produksi benih melibatkan petani mitra kerjasama PT BISI sebanyak 35.920 orang dengan luas lahan kemitraan penangkaran benih seluas 11.210 hektar.

"Sejak tahun 1983 kami melakukan pembenihan secara terintegrasi yang dimulai dari research and development, proses produksi hingga sistem pemasaran dengan fokus pengembangan benih jagung dan padi hibrida serta hortikultura," kata Djunaedi.

Terkait kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla, dia mengatakan kunjungan itu untuk memastikan kesiapan Indonesia dalam penyediaan produksi benih jagung dan padi hibrida. Dua komponen benih itu sangat siginifikan untuk mewujudkan ketahanan pangan karena merupakan proses mata rantai pemenuhan pangan nasional.

"Jadi saya kira pemenuhan benih hagung dan padi hibrida merupakan agenda khusus dalam sistem ketahanan pangan nasional. Untuk itulah beliau (Jusuf Kalla) melihat langsung kondisinya di sini," kata Djunaedi.

Pada akhir tahun 2007 lalu, PT BISI membukukan laba bersih perusahaan sebesar Rp 120 Miliar. Hal itu dicapai karena saat ini kebutuhan jagung meningkat cukup siginifikan hingga 13 persen dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. DWIDJO U. MAKSUM


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk120556 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pendidikan Anti Korupsi Untuk Siswa
Sutjipto Klaim Menangkan Pilgub Jawa Timur
Ka-Ji akan Gandeng PKB, Golkar, PDI P untuk Putaran Kedua
Bekasi Kaji Pembangunan Listrik Tenaga Gas
Identitas Korban Danau Sunter Sedikit Terkuak

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data