Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Massa PKB Jebol Pintu Ruangan FKB DPRD Jatim
Senin, 07 April 2008 | 11:57 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ratusan massa dari PKB Jawa Timur yang sejak pagi (7/4) berunjuk rasa dikantor DPRD Jatim Jalan Indrapura Surabaya, akhirnya mendobrak dan merusak pintu ruangan FKB.

Massa geram karena ruangan fraksi yang harusnya bisa ditempati anggota DPRD dari PKB ternyata hingga saat ini masih dikuasai oleh beberapa anggota DPRD yang sebenarnya sudah berpindah ke PKNU.

Di DPRD Jatim sendiri, dari 31 anggora FKB, 19 diantaranya adalah mereka yang telah dipecat PKB karena menyeberang ke PKNU. Hanya saja, meski sudah dipecat, ke-19 orang ini memang masih menguasai kantor FKB. Sedangkan sisanya, 12 orang yang notabene adalah mereka yang sah jadi anggota DPRD dari PKB, malah tidak mendapatkan ruangan.

Selain memaksa masuk ruangan dengan mendobrak dan menjebol pintu, massa juga mensweeping seluruh papan nama ke-19 anggota FKB dari atas meja didalam ruangan. Massa juga memasang baleho besar bergambar Gus Dur dan ketua DPW PKB Hasan Aminuddin didalam ruangan fraksi yang ada di lantai 2 DPRD Jatim tersebut.

“Kita terpaksa merusak pintu, karena ruangan FKB ternyata dikunci. Padahal sebagai anggota Dewan saya harusnya bisa masuk ke ruangan,” kata Djakfar Sodiq, anggota DPRD Jatim yang sekaligus diusulkan untuk menjadi ketua FKB menggantikan Masruroh Wahiq yang telah dipecat dari partai tersebut karena mendukkung PKNU.

Jakfar sendiri menjamin setelah kejadian ini, ruangan tersebut akan terus dipertahankan sehingga 19 anggota FKB yang sudah dipecat tidak bisa lagi berkantor diruangan tersebut. “Hidup dan mati ruangan ini akan kami pertahankan,” tutur anggota DPRD dari Sampang Madura ini.

Lebih lanjut, Djakfar juga mendesak pimpinan DPRD Jatim Fathorosjid serta angota DPRD lainnya yang telah dipecat dari PKB segera meninggalkan kursi mereka di DPRD. Apalagi, ke-19 anggora DPRD tersebut, lanjut Djakfar telah dua tahun lebih tidak memiliki kontribusi terhadap PKB.

“Tiap bulan gaji kami dipotong 2,5 juta untuk partai, tapi sudah dua tahun ini mereka sama sekalli tidak pernah nyumbang partai. Yang ada mereka malah memusuhi partai,” tambah Djakfar.

Ditempat yang sama, anggota FKB lainnya Ahmad Sufiaji juga mendesak Ketua DPRD Fathorosjid tidak mengundur-undur waktu untuk segera mengumumkan pergantian ketua FKB. “Partai sudah final mengganti ketua Fraksi. Saat ini tinggal diumumkan di sidang paripurna (jika FKB ada pergantian ketua Fraksi) maka sudah sah pergantiannya. Selama belum diumumkan maka memang belum sah,” kata Ahmad.

Yang terjadi saat ini, lanjut Ahmad, Fathurosjid selalu mengolor-olor waktu untuk mengumumkan pergantian tersebut. Bahkan dua kali sidang paripurna ditunda tanpa alasan yang jelas.

“Tiap massa PKB akan demo, pasti paripurna ditunda. Fathur mungkin takut kalau dipaksa untuk mengumumkan pergantian ketua FKB,” tambah Ahmad.

Sementara itu, usai menguasai ruangan FKB, ratusan massa PKB akhirnya membubarkan diri dengan tertib.Rohman Taufiq


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk120594 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data