|
Gubernur Jawa Barat Terpilih Harus Pro Perempuan
Senin, 07 April 2008 | 15:13 WIB
TEMPO Interaktif, BANDUNG:BANDUNG—Para aktivis perempuan Jawa Barat mengharapkan, Gubernur Jawa Barat terpilih nantinya, harus lebih memperhatikan nasib perempuan. Ini karena, kata Koordinator Serikat Perempuan Jawa Barat Ela St. Nuryamah, selama lima tahun terakhir, pembangunan di Jawa Barat menyimpan banyak persoalan perempuan.
Apalagi sampai kini belum ada kebijakan pemerintah yang efektif dalam mengatasi tingginya angka kematian ibu saat melahirkan. “Selain itu, perlindungan hukum terhadap tenaga kerja perempuan baik domestik maupun migran, masih rendah,” kata Ela.
Menurut Ela, pemerintah juga kurang mendorong gerakan pemberdayaan perempuan. Buktinya, tak tampak struktur anggaran pemerintah daerah yang sensitif gender dan jauh dari isu perempuan. “Akibatnya, bangunan aksesibilitas jaringan perempuan menjadi lemah,” katanya.
Padahal, secara kuantitatif, jumlah perempuan yang ada di dalam Daftar Pemilih Tetap lebih dari 13,8 juta. Dengan begitu, perempuan mestinya tidak sebatas menjadi komoditas dan modal politik bagi pemenangan pasangan calon semata. “Partisipasi politik perempuan harus memberikan efek yang signifikan bagi perbaikan harkat dan martabat perempuan itu sendiri,” kata Ela.
Karena itu, menurut Ela, momentum pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat pada 13 April nanti harus membawa semangat baru dalam perbaikan ekonomi, sosial, dan budaya. “Dan tentunya yang paling penting, dapat membawa perbaikan hidup kaum perempuan dalam berbagai sektor,” ujar Ela.
INDEKS BERITA LAINNYA :
|