Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Panen, Harga Bawang Merah Malah Anjlok
Senin, 07 April 2008 | 17:19 WIB

TEMPO Interaktif, CIREBON:Masa panen, harga bawang merah di sejumlah sentra bawang di Kabupaten Cirebon malah mengalami penurunan. Diprediksi, penurunan harga ini akan terus terjadi karena saat panen, bawang impor justru membanjiri pasar dalam negeri.

Berdasarkan pantauan, harga bawang merah di tingkat petani saat ini sudah turun menjadi Rp 6 ribu/kg. "Seminggu lalu harga bawang merah masih Rp 8 ribu/kg, tetapi saat ini sudah turun menjadi Rp 6 ribu/kg," kata Ujang, seorang petani bawang merah di Desa Playangan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon.

Menurut Ujang, harga bawang merah ini diprediksi menurun karena bawang impor dari Filipina dan Vietnam sudah ada di sejumlah gudang di Brebes, Jateng. Bawang-bawang impor ini dipastikan akan membanjir pasar di Cirebon mengingat jarak antara Brebes dan Cirebon tidak terlalu jauh. Saat itulah pasti harga bawang merah akan anjlok. “"Ini sudah permainan supaya harga bawang kami anjlok".

Menurut petugas penyuluh lapangan Nurul Huda, UPTD (Unit Pelaksana Teknis) Kecamatan Gebang, setidaknya sekitar 65 hektar areal tanaman bawang merah ada di kawasan itu. Jumlah ini meningkat di musim kemarau karena petani yang biasanya menanam padi beralih ke bawang karena menipisnya persediaan air. "Jika musim kemarau, areal tanaman bawang di daerah kami bisa mencapai 800 hektar," tuturnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Cirebon, Ali Effendi, turut menyayangkan banyaknya bawang impor yang membanjiri pasar lokal dalam negeri setiap petani bawang panen. "Tetapi kami tidak bisa berbuat apa-apa," tuturnya. Menurut Ali, impor merupakan hak dari Departemen Perdagangan.

Ivansyah

Dari Arsip Majalah TEMPO
Langsung Panen tanpa Disemai  | 19 Maret 2001
Hantu Baru | 18 Januari 1975
Lumbung Tanpa Padi | 13 April 1974
Wabah Kulit Beras | 16 Maret 1974
Kelah Komah Di Gangga | 01 Desember 1973
Hikayat Si Datuk | 13 Oktober 1973
Masih target | 11 Agustus 1973
Alternatif Gaplek | 17 Juni 1972
Perang Melawan Bubuk | 06 Maret 1971
Hari Terakhir Kincir | 07 April 1979
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ratusan Ton Benih Padi Bantuan Terancam Puso
Petani Bekasi Dapat Bantuan Pompa Air
Petani Bojonegoro Dapat Bantuan Benih Padi Gratis
Demak Terima 886 Ton Benih Padi
Kalimantan Tengah Terima 60 Ton Bibit Padi
Ribuan Hektare Sawah Tadah Hujan di Jawa Tengah Kekeringan
Jember Dapat Bantuan Benih Senilai Rp 13 Miliar
Purwakarta Mulai Bagikan Benih Padi 93 Ton
Petani Tolak Bantuan Benih
Petani di Magetan Dilarang Tanam Padi
> selengkapnya...

Website

Departemen Pertanian

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk120633 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Gubernur Bolehkan KPU Jatim Bekerja Sampai KPU Baru Dilantik
Laba Bersih Corporindo Tumbuh 103 Persen
Pefindo Valuasi Emiten Kecil dan Menengah
Pendidikan Anti Korupsi Untuk Siswa
Sutjipto Klaim Menangkan Pilgub Jawa Timur

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data