|
Petani Minta Harga Beli Gabah Dinaikkan
Senin, 07 April 2008 | 18:54 WIB
TEMPO Interaktif, Semarang:Melambungnya harga beras dunia hingga USD 700 per ton, ternyata tidak berdampak pada kenaikan kesejahteraan petani. Sebaliknya, nasib petani kian terpuruk.
Seperti pengakuan Habib, 40 tahun, petani Desa Sido Rejo, Mijen, Semarang. Meski baru saja panen padi, Habib, tak begitu gembira. Panen padinya hanya dihargai Rp 1.700 per kilogramnya. Padahal, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 3/2007, harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) adalah Rp 2.000 per kilogram dan Rp 2.500 untuk gabah kering giling
(GKG).
Dari panen dua petak sawahnya, Habib hanya menerima uang Rp 2 juta dan beberapa kilogram gabah untuk disimpan sendiri. Tentu saja, Habib tidak bisa berbuat
banyak, karena harga sembako di pasar sudah meroket. ”Katanya sih panen, tapi kok tetap saja susah,” ucapnya, kemarin.
Tahun lalu, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia telah mengajukan revisi HPP. Dalam usulan tersebut, HPP GKP dinaikkan dari Rp 2.000 per kilogram menjadi 2.500. Sedangkan harga gabah kering giling naik dari Rp Rp 2.500 menjadi Rp 2.800. ”Kami sudah mengusulkan ke Presiden, karena kanaikan harga gebah menjadi kewenangan wilayah pusat,” ujar Ketua HKTI jawa Tengah, Gatot Mulyo Adi.
Sohirin
INDEKS BERITA LAINNYA :
|