Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jusuf Kalla Minta Bantul Produksi Padi 10 Ton per Hektare
Senin, 07 April 2008 | 19:06 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta produktivitas padi di Kabupaten Bantul, Yogyakarta bisa mencapai 10 ton per hektare. Permintaan tersebut disampaikan saat berdialog dengan para petani Bantul, sebelum melakukan panen raya padi di Bulak Niten, Desa Trirenggo, Bantul, kemarin. "Bisa kan?," Kalla menantang, yang langsung disambut para petani dengan teriakan,"Bisa".

Sebelumnya, dia membandingkan produksi padi di Taiwan, Cina dan Tahiland yang bisa mencapai 11 ton per hektare.

Bupati Bantul Idham Samawi, menyatakan target yang dipatok Wapres Jusuf Kala itu sangat berat. Saat ini, produktivitas rata-rata padi di Bantul adalah 7,3 ton. "Terus terang, kami pesimis bisa memenuhi target tersebut," kata Idham Samawi saat dihubungi.

Menurut Idham, target produktivitas padi sebanyak 10 ton per hektare itu baru bisa terwujud tahun 2012. Idham menyebut kendala yang membuat target yang dipatok Wapres terpaksa dilaksanakan bertahap.

Pertama, kondisi sebagian besar lahan pertanian di Bantul saat ini sudah miskin unsur hara akibat penggunaan pupuk kimia dalam jumlah besar dan dalam jangka panjang. Kemudian, tidak mudah mendapatkan bibit padi yang mampu berproduksi sangat tinggi. Berikutnya, menurut Idham, saat ini masih terdapat 1.100 hektare lahan yang tidak beririgasi teknis. Artinya, lahan tersebut masih mengandalkan air hujan, sehingga hanya mampu memproduksi padi sekali dalam setahun.

Terakhir, produktivitas yang tinggi perlu didukung oleh ketersediaan pupuk. Menurut Idham, untuk kondisi tanah pertanian di Bantul idealnya menggunakan pupuk semi-organik. Saat ini Pemerintah Kabupaten Bantul tengah membangun pabrik pupuk organik yang baru bisa berproduksi tahun 2009 nanti.

Lahan pertanian di Kabupaten Bantul saat ini mencapai 16.500 hektare. Tingkat produksi rata-rata mencapai 7,3 ton per hektar. Menurut Idham Samawi, angka produktivitas padi di Bantul ini sudah jauh di atas angka rata-rata nasional yang hanya 5 ton per hektare.

Heru CN, Syaifullah



Dari Arsip Majalah TEMPO
Bisnis Sepekan | 14 Pebruari 2005
Ketidakadilan Lagi bagi Petani  | 08 Desember 1998
Pupuk Mencekik, Gabah Dicekik  | 08 Desember 1998
Risiko Sepiring Frankenfood | 17 Januari 2005
Terbang Lebah ke Timur Tengah | 10 Januari 2005
Yang Cocok, Varietas WL 2265  | 03 November 1998
Dari Gunung Berapi untuk Lahan Gambut  | 30 Maret 1999
Mari Kembali ke Alam  | 05 Januari 1999
Bisnis Sepekan | 25 Oktober 2004
Padi Fatmawati  | 14 Juni 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tata Niaga Kayu Manis Bakal Dipangkas
Bibit Bawang Merah Melangit
Kepala Dinas Pertanian Buru Dituntut Dua Tahun
Tanaman Rekayasa Genetik Belum Dikomersilkan
Perkebunan Akan Disiapkan Menjadi Lahan Tanaman Pangan
Lahan Pertanian di Blitar Termakan Real Estate
Perluasan Lahan Pertanian Harus Serentak
Kerugian Akibat Pestisida Palsu Rp 1 Triliun
Pembangunan Perumahan yang Menggusur Sawah Produktif Ditentang
Separuh Produk Sayuran dan Buah Masih Impor
> selengkapnya...

Referensi

PP RI No. 14 Tahun 2004 Tentang Syariat dan Tata Cara Pengalihan Perlindungan Varietas Tanaman dan Penggunaan Varietas Yang Di Lindungi Oleh Pemerintah
PP RI No. 13 Tahun 2004 Tentang Penanaman, Pendapatan dan Penggunaan Varietas Asal Untuk Pembuatan Varietas Turunan Esensial
PP RI No.1 Thn.1980 Tentang Ketentuan Penanaman Papaver, Koka, Dan Ganja
> selengkapnya...

Website

Departemen Pertanian

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk120651 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data