|
23 Anggota Polisi Militer Cianjur Dites Urine
Senin, 07 April 2008 | 21:10 WIB
TEMPO Interaktif, CIANJUR:Sebanyak 23 orang anggota Subdetasemen Polisi Militer III/1-1 Cianjur hari ini menjalani dites urine. Pemeriksaan dilakukan bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Cianjur untuk mengecek penggunaan obat-obat terlarang dan penularan HIV/AIDS di lingkungan Subdenpom Cianjur.
Menurut Komandan Subdenpom Kapten R. Tanang, pemeriksaan itu untuk mengecek sejauhmana kesehatan dan penggunaan obat-obat terlarang di lingkungannya. "Apa benar ada anggota saya yang ketergantungan obat terlarang atau tertular HIV. Maka, kerja sama tes darah dengan KPA, akan menghasilkan sampel yang lebih valid," kata Tanang di markasnya, Senin (7/4).
Tanang berharap, hasil tes itu bisa membuat pihaknya memproteksi angotanya sejak dini, jika benar-benar ada yang tertular. "Jika ada yang positif kita akan koordinasikan dengan Dinas Kesehatan dalam rangka penyembuhan," paparnya.
Sementara itu, menurut Hilman dari KPA Cianjur, tes darah itu untuk mengecek ada tidaknya anggota TNI yang tertular HIV /AIDS. Pengecekan ini menyusul data yang mereka dapatkan bahwa penularan HIV/AIDS di Kabupaten Cianjur hingga saat ini sudah ada 95 orang, 30 orang di antaranya positif. Setidaknya lima orang meninggal dunia. “Pasien terakhir wafat pada Kamis (3/4) lalu. Penyebabnya hubungan seks bebas," jelasnya.
Menurut Hilman, pasien terbanyak berada di Kecamatan Cipanas, dan Pacet. Meski demikian, sebagian dari penderita lebih memilih pasif dan menolak untuk direhabilitasi.
KPA Cianjur, telah merekrut sebanyak 25 orang tenaga konselor. Pihaknya juga telah menyiapkan tempat layanan VCT di Kantor KPA Cianjur. Adapun tenaga konselor itu, terdiri dari petugas puskesmas, RSUD, Pol PP dan Linmas, Lapas serta LSM. "Tugas konselor untuk mengadakan penjaringan dan pendekatan kepada orang-orang yang teridentifikasi terinpeksi HIV/Aids," tambahnya.
Deden Abdul Aziz
INDEKS BERITA LAINNYA :
|