Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bantul Siap Bagikan Kompor Gas Tahap Kedua
Selasa, 08 April 2008 | 11:48 WIB

TEMPO Interaktif, Bantul:Pembagian paket kompor gas untuk keluarga miskin di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, memasuki tahap kedua. Pembagian tahap kedua ini meliputi lima kecamatan, yaitu Kecamatan Plered, Piyungan, Bangungtapan, Dlinggo dan Jetis.

Jumlah keluarga miskin di Kabupaten Bantul yang terdaftar sebanyak 67.589 KK sedangkan kuota untuk konversi kompor minyak ke gas sebanyak 170 ribu KK.

"Selain untuk keluarga miskin yang sudah terdaftar, sisa kuota akan dibagikan kepada keluarga yang pengeluarannya kurang dari 1,5 juta rupiah per bulan," kata Drs Yahya, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Bantul yang dihubungi Tempo hari ini.

Pembagian tahap kedua tersebut akan dilakukan pada minggu ini, sedangkan referensi data keluarga yang akan menerima kompor gas diambil dari data keluarga miskin yang telah ada.

Pembagian kompor gas tahap pertama telah disalurkan pada bulan Maret lalu di lima kecamatan, yaitu Sewon, Bantul, Kasihan, Pajangan dan Sedayu. Distribusi dilakukan oleh PT Pos Indonesia sebagai konsultan pelaksana kegiatan. Sementara program konversi tahap kedua dilakukan bersama Lembaga Pengabdian Masyarakat dari Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mataram Yogyakarta.

Secara umum langkah konversi minyak tanah ke elpiji disambut positif oleh warga. Beberapa warga menuturkan awalnya sedikit ragu terkait keamanan pemakaian bahan bakar gas untuk keperluan sehari-hari. Mereka pun merasakan lebih hemat saat menggunakan bahan bakar gas daripada memakai minyak tanah.

Wigit (29), warga Kasihan, Bantul, mengatakan kini keluarganya bisa lebih menghemat pengeluaran dibandingkan saat menggunakan minyak tanah. "Lebih irit, meskipun hanya irit Rp 2.000-3.000 per minggu," kata Wigit.

Muh Syaifullah


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

DPRD Jawa Timur Desak Penurunan Harga Elpiji 50 Kilogram
Kelangkaan Elpiji di Ponorogo Diduga Akibat Aksi Borong
Konversi Minyak Tanah Ancam Nelayan Jepara
Pedagang Kecil Masih Peroleh Minyak Tanah Bersubsidi
Baru 36 Persen Warga Tangerang Menggunakan Kompor Gas
Masyarakat Jakarta Dipaksa Gunakan Gas Elpiji
Minyak Tanah Subsidi Dihapus Setelah Tabung Elpiji Selesai Dibagi
Tabung Gas Bantuan Bocor, Satu Luka Bakar
Pasokan Minyak Tanah di 3 Kecamatan Dihentikan
Harga Elpiji di Muara Teweh Naik 100 Persen
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk120699 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Laba Bersih Corporindo Tumbuh 103 Persen
Pefindo Valuasi Emiten Kecil dan Menengah
Pendidikan Anti Korupsi Untuk Siswa
Sutjipto Klaim Menangkan Pilgub Jawa Timur
Ka-Ji akan Gandeng PKB, Golkar, PDI P untuk Putaran Kedua

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data