|
4 Ton Jatah Beras Miskin Tak Layak Konsumsi
Selasa, 08 April 2008 | 15:20 WIB
TEMPO Interaktif, Bojonegoro:Sedikitnya 202 karung atau sekitar 4 ton lebih beras miskin jatah untuk warga Desa Campurejo, Kecamatan Kota Bojonegoro, tidak layak konsumsi. Beras tersebut selain berwarna cokelat, juga berbau.
Warga desa di sebelah timur Kota Bojonegoro ini mengembalikan beras jatah untuk keluarga prasejahtera. Beras miskin yang dibeli dengan harga Rp 1.600 per kilogram itu akan dikembalikan lewat kantor desa setempat untuk kemudian dikirim kembali ke Sub-Divisi Regional III Perum Bulog Bojonegoro.
"Kualitas berasnya seperti itu, kurang bagus," tegas Machrus, Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat Desa Campurejo, Kecamatan Kota Bojonegoro, Selasa (8/4) siang.
Dalam catatan Kantor Desa Campurejo, stok beras murah berkualitas buruk itu merupakan yang kedua kalinya. Pasalnya, jatah raskin bulan lalu sebanyak 210 karung atau setara 4,2 ton itu juga berwarna kuning dan bau.
Salah satu warga penerima beras miskin, di RT 11 RW 2 Desa Campurejo, Kadam, mendapatkan beras miskin 20 kilogram. Tetapi, begitu dilihat warna beras itu kuning kehitam-hitaman serta berbau, beras itu ia kembalikan ke kantor desa setempat. "Ya kita kembalikan," ujarnya.
Pihak Sub Divisi Regional III Perum Bulog Bojonegoro, hingga siang ini belum bisa dikonformasi. Imam Budi, Kepala Kantor Bulog Bojonegoro tidak ada di tempat. Telepon selularnya, meskipun aktif, tetapi tidak diangkat.
Qohar Mahmudi, anggota DPRD Bojonegoro, menyayangkan jatah beras miskin yang tak layak konsumsi. Menurutnya, jika kualitas beras jelek, warga diminta tidak usah menerima. "Apalagi mereka ini kan juga membeli. Jadi ini perlu ada perhatian dari Bulog," tegasnya saat dihubungi Tempo via telepon.
Sujatmiko
INDEKS BERITA LAINNYA :
|