Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Anak Pelempar Kaca Kereta Api Diadili
Selasa, 08 April 2008 | 17:16 WIB

TEMPO Interaktif, Surabaya:Pengadilan Negeri Surabaya menyidangkan perkara pelemparan kaca kereta api yang melibatkan anak di bawah umur, Selasa (8/4). Persidangan kasus dengan terdakwa Mustofa, 14 tahun, asal Kupang Krajan Surabaya itu dipimpin oleh hakim Nelson Pasaribu dengan jaksa penuntut Hari Sutopo.

Humas PT Kereta Api Daerah Operasional VIII Sudarsono mengatakan pelemparan oleh Mustofa terjadi pada pertengahan tahun 2007 lalu. Ketika itu Mustofa dan ketiga kawannya ditangkap oleh petugas polisi kereta api (polsuska) Nurkolis.

Mustofa ditangkap sehabis melempar kaca Kereta Api Mutiara Timur jalur Surabaya-Banyuwangi. Dari lokasi pelemparan itu polsuska menemukan puluhan batu sebesar bole tenis yang dikumpulkan. "Kayaknya pelemparan itu sudah dirancang," kata Sudarsono.

Lokasi pelemparan di shelter kereta api komuter Margorejo pada pukul 22.30. Akibat lemparan itu, kata Sudarsono, kaca lokomotif depan hancur. Masinis kemudian menghentikan kereta di Stasiun Waru karena merasa tidak bisa konsentrasi setelah sisi depan kereta tersebut tanpa kaca. "Masinis menelepon pusat kendali untuk minta ganti lokomotif," kata Sudarsono.

Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Wonocolo. Menurut Sudarsono, laporan itu dimaksudkan agar ada efek jera kepada pelaku. Oleh Kapolsek Wonocolo, Ajun Komisaris Supi'i, Mustofa dijerat dengan pasal-pasal tentang perusakan. "Menurut pengakuannya, pelaku hanya iseng saja ketika melempar kaca kereta," kata Supi'i ketika dihubungi Tempo.

Sudarsono menambahkan, kejadian pelemparan kaca kereta api sudah sering kali terjadi. Akibatnya, tak sedikit kaca-kaca kereta yang pecah dan retak. Selain itu, lemparan tersebut juga menyebabkan penumpang luka-luka.

Dalam satu bulan, kata Sudarsono, pernah masuk 15 kali laporan tentang itu. Umumnya pelemparan itu dilakukan malam hari di tempat yang sepi. "Selama ini kami tak pernah berhasil menangkap pelakunya," kata Sudarsono.

Kukuh Wibowo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

KRL Jabodetabek 2007 Capai 118 Penumpang
Penumpang KRL Jabodetabek 2007 Capai 118 Juta
Korban Lapindo Blokade Rel, Tujuh Kereta Telantar
Penumpang Kereta Melonjak
Rel Kereta di Porong Akan Ditinggikan
Imbas Blokade Warga, Beberapa Kereta Batal Berangkat
PT KAI Sukses Operasi Penumpang Liar
Penumpang Kereta Tak Bertiket Bakal Didenda
Peninggian Rel di Semarang Dikaji
Jalur Kereta Jakarta -Tangerang Selesai Diperbaiki
> selengkapnya...

Referensi

Tragedi Pasar Minggu

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk120768 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data