|
Jumlah Wisatawan Eropa Timur ke Yogyakarta Naik
Rabu, 09 April 2008 | 16:30 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Wisatawan asal mancanegara, terutama dari negara-negara Eropa Timur, yang berkunjung ke Yogyakarta terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Peningkatan tersebut tidak lepas dari munculnya tradisi bepergian dan kondisi ekonomi yang terus membaik di negara-negara tersebut.
Dari sekitar 110.000 wisatawan asing yang berkunjung ke Yogyakarta tahun 2007, yang berasal dari Eropa Timur sekitar 15 persen atau 16.000-an. "Prospek wisata ini cukup menjanjikan bagi Yogyakarta dan masih bisa dimaksimalkan," kata Ketua Masyarakat Pariwisata Indonesia (MPI) Yogyakarta, Bagus Ardhi Baliantoro, Rabu (9/4).
Peningkatan kunjungan wisatawan Eropa Timur ke Yogyakarta mulai terasa dalam tiga tahun terakhir. "Peningkatan cukup signifikan terjadi tahun 2007, yaitu sebesar 40 persen," kata Bagus. Namun, secara kuantitatif, jumlah wisatawan Eropa Timur masih kalah jauh dibanding wisatawan asing dari kawasan lain.
Menurut Bagus, selama ini informasi pariwisata Yogyakarta bagi wisatawan Eropa Timur sangat minim. Mereka kurang mengenal Yogyakarta dan hanya menjadikan Yogyakarta sebagai daerah transit untuk tinggal di Bali. Pagi mereka terbang ke Yogyakarta, berjalan-jalan seharian dan malam harinya kembali ke Bali untuk menginap.
"Website yang menampilkan informasi tentang pariwisata Yogyakarta dengan bahasa Eropa Timur saat ini belum ada, padahal penting untuk menarik mereka tinggal di Yogyakarta," tambah Bagus. Belum lagi persoalan pemandu wisata yang bisa memandu wisatawan Eropa Timur sangat minim. "Guide dengan bahasa Rusia misalnya, saat ini kita masih kurang," kata Bagus.
Selain itu, lanjutnya, tempat-tempat wisata seperti keraton, Candi Prambanan, Candi Borobudur harus ditingkatkan kebersihannya serta perbaikan kerusakan akibat gempa. "Kalau fasilitas transportasi dan hotel saya kira sudah cukup memadai," tegas Bagus. Saat ini MPI sedang bekerja sama dengan Jogja Tourisme Training Center (JTTC) untuk menangani masalah website tersebut.
Menurut Bagus, satu hal yang tidak bisa dilupakan, yaitu kondisi wisata alternatif berupa wisata pedesaan. Sebab sampai saat ini prospeknya cukup cerah. Dari 110.000 pengunjung wisatawan asing tahun 2007, sekitar 30 persen atau 30.000 lebih memilih berwisata alternatif. "Mereka sangat senang menikmati budaya desa, ikut bertani dan lain sebagainya," kata bagus.
Di tempat terpisah Kepala Badan Pariwisata Daerah (Baparda) DIY, Tazbir, mengatakan, untuk mempersiapkan kunjungan wisata asing khususnya dari Eropa Timur pada Juni/Juli mendatang pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pelaku pariwisata di Yogyakarta.
Para pelaku pariwisata juga diminta untuk mempelajari selera wisatawan Eropa Timur, seperti cinderamata yang disukai, sampai makanan dan masakan yang sesuai dengan mereka.
Untuk memandu wisatawan Eropa Timur, kata Tazbir, saat ini pihaknya sedang melakukan pelatihan guide berbahasa Rusia, Cekoslovakia dan lain-lain. "Kita juga sedang manggalakkan informasi, khususnya melalui website dengan menggunakan bahasa Rusia," kata Tazbir.
MUH SYAIFULAH
INDEKS BERITA LAINNYA :
|