|
Antisipasi Banjir:
Tuban Buat Tanggul Darurat
Rabu, 09 April 2008 | 18:44 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Tanggul darurat sepanjang 365 meter yang berada di Desa Tegalrejo dan Tegalsari, Kecamatan Widang Kabupaten Tuban, akhirnya teratasi. Tanggul yang berada di pinggir Bengawan Solo ini, seperti diketahui jebol mengakibatkan terendamnya 14 desa di kecamatan ini hingga lebih dari 15 hari lamanya.
Disebut darurat, karena tanggul yang terpasang itu masih berupa karung berisi pasir dan kemudian ditumpuk-tumpuk sekitar 1,5 meter lebih. Pihak Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) masih kesulitan membangun tanggul menjadi bangunan permanen meningat, ketinggian air di Bengawan Solo masih relatif tinggi. “Belum bisa. Tanggul ini masih bersifat darurat, dan menunggu kemarau datang,” tegas Moelyono, Koordinator Penanggulangan Bencana di BPSDA Bojonegoro pada Tempo, Rabu (9/4).
Dijadwalkan, pembangunan tanggul secara permanen dilakukan pada bulan Juni mendatang. Pada bulan itu, diprediksi air di Bengawan Solo, tidak sampai mendekati tanggul sehingga bisa lebih leluasa jika akan dibangun tanggul. Dana pembangunan tanggul ini, murni dari APBN. Proyek pembangunan tanggul ini, buah dari kunjungan kerja Anggota Komisi V DPR RI ke Tuban dan Lamongan, saat banjir awal bulan Maret lalu.
Rincian tanggul yang jebol di Widang itu, yaitu panjang 265 meter ditanggul Desa Tegalsari dan panjang 100 meter ditanggul Desa Tegalrejo. Jebolnya tanggul di dua desa tersebut, seperti diketahui sangat vital terhadap ribuan masyarakat yang tinggal di 14 desa dari total 16 desa di Kecamatan Widang.
Saat tanggul Bengawan Solo jebol, air banjir menggenango jalur Babat-Tuban yang menuju ke jalur pantai utara. Selain itu, ada sekitar 6000 jiwa lebih menjadi pengungsi karena ketinggian air di desa-desa di Widang rata-rata 1,5 meter.
Pemerintah Kabupaten Tuban telah menganggarkan dana Rp 3,5 miliar lebih untuk banjir besar awal Januari dan Rp 1 miliar untuk banjir susulan pada bulan Maret. Biaya itu, di antaranya untuk pengobatan gratis, sembako dan rawat darurat.
Jabolnya tanggul di Desa Tegalsari dan Tegalrejo,
juga membuat lebih dari 11 desa di Kecamatan Laren,
Kabupaten Lamongan juga lumpuh total. Pasalnya, air
banjir yang mengendap di Widang mengalir lewat sudetan
Leran sepanjang 17,5 kilometer. Tetapi, karena terjadi
pendangkalan, banjir sulit keluar dan air menggenangi
perumahan penduduk hingga lebih dari 10 hari lamanya.
“Infrastruktur di Lamongan, terutama di Kecamatan
Laren, rusak berat,” tegas Aries Wibawa, juru bicara
Pemkab Tuban. sujatmiko
INDEKS BERITA LAINNYA :
|