|
Badak Jawa Tinggal 60 Ekor
Kamis, 10 April 2008 | 12:19 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus sondaicus) yang terletak di Taman Nasional Uung Kulom Provinsi Banten, kini tinggal 60 ekor. "Jumlah ini, relatif tidak berubah sejak tahun 1980," kata kata Project Exekutant WWF Indonesia, Adhi Rachmat Heriyadi kepada Tempo dalam acara Konservasi Badak Indonesia di Hotel Cilegon City hari ini.
Adhi menerangkan, saat ini Indonesia memiliki dua dari
lima spesies badak yang ada di dunia, Badak Jawa dan Badak Sumatera (Dicerorhinus Sumatrensis). Kedua badak itu termasuk dalam kategori kritis pada daftar merah satwa terancam punah.
"Kita memiliki populasi terbesar kedua badak itu, sehingga memiliki tanggung jawab yang besar untuk menjamin kelestarian kedua satwa itu," ujar Adhi. Menurut dia, jika badak itu tidak
berkembang atau mengalami pengurangan, maka populasi ini akan berkurang setengahnya sebelum akhir abad ini.
WWF menghawatirkan perburuan liar, kerusakan dan penyempitan habitat yang akan mengancam bagi kelangsungan hidup badak Jawa dan Sumatera. "Kami khawatir binatang langka itu punah," katanya.
Sekretaris Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Adi Sumianto mengatakan, pihaknya sedang berupaya untuk mempertahankan spesies Badak Jawa yang terletak di Ujung Kulon, "Bersama para pakar, kami sedang upayakan itu," katanya.
Mabsuti Ibnu Marhas.
INDEKS BERITA LAINNYA :
|