Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sebagian Jawa Tengah Memasuki Kemarau
Kamis, 10 April 2008 | 16:40 WIB

TEMPO Interaktif, Semarang:Berdasarkan prakiraan Badan Metereologi dan Geofisika Semarang, sejak April ini sebagian daerah di Jawa Tengah telah memasuki musim kemarau. Hal ini ditandai dengan rendahnya curah hujan pada sepuluh hari pertama yang kurang dari 50 mm.

Daerah yang sudah memasuki kemarau adalah Rembang, Blora, Sragen, Pati (bagian utara), Klaten, Sukoharjo dan Karanganyar.

Pada Mei nanti daerah yang menyusul kemarau adalah seluruh daerah pantai utara, Wonogiri, Purworejo, Kebumen, Kabupaten Semarang, Salatiga, Boyolali, Kota dan Kabupaten Magelang.

"Meski kemarau, namun masih ada curah hujan yang sporadis. Puncak kemarau baru terjadi Agustus dan September," kata M. Yahya, Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Metereologi dan Geofisika Semarang, Kamis (10/4).

Masih adanya peluang hujan di musim kemarau, tidak lepas dari gejala La Nina, yakni mendinginnya suhu laut di Samudra Pasifik Equator bagian timur. Juga ada faktor tekanan udara di Kamiti (kepulauan di Pasifik) dan Darwin yang menunjukkan angka positif.

"Kedua faktor tersebut mengakibatkan gerakan udara di Indonesia dan Australia relatif labil, sehingga mudah terbentuk awan," kata Yahya.

Sohirin

Dari Arsip Majalah TEMPO
Dan Karawang Pun Bergoyang | 08 Oktober 1977
Ancaman Di Daerah Kritis | 24 September 1977


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Belasan Telaga di Wonogiri Mengering
Kekeringan Ancam 47 Ribu Warga Boyolali
Penambang Emas Tradisional di Kalimantan Hentikan Aktifitas
Rehabilitasi Rumah Korban Gempa Diputuskan Pekan Depan
Kemarau Diprediksi Hingga November
El Nino Mengancam Daratan NTB
31 Ribu Warga Kediri di Pedesaan Kesulitan Air
Temuan TPF Munir: BIN Bohong
Rawan Pangan di NTT Akibat Kebijakan Pangan yang Tidak Tepat
Beras Hilang, Warga Serang Makan Nasi Aking
> selengkapnya...

Website

Badan Meteorologi dan Geofisika

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk120942 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Industri Kreatif Sumbang 7,8 Persen PDB Jawa Barat
Kampanye Hari Pertama Tanpa Dialog
Pemerintah Diminta Membentuk Badan Kependudukan
Soenarjo Optimis Pilkada Jatim hanya Satu Putaran
Soekarwo Gunakan Hak Pilihya Bersama Istri dan tiga anaknya

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data