|
Dikerasi Orangtua, Anak Gantung Diri
Kamis, 10 April 2008 | 20:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pr, remaja berusia 16 tahun yang tinggal di Dusun Boro, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur ditemukan tewas akibat gantung diri, Kamis (10/4). Aksi nekat lulusan sekolah dasar itu diduga akibat terlalu
kerasnya orangttua dalam mendidik anaknya tersebut.
Hingga kini aparat kepolisian masih menyelidiki kasus
tersebut, meskipun jenasah korban langsung dikebumikan
keluarganya karena keberatan dilakukan otopsi.
"Dari hasil penyelidikan kami, sejauh ini tidak
ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada
jenasah korban. Sayangnya keluarga tidaik memberi ijin
untuk dilakukan otopsi karena langsung dimakamkan,"
kata Inspektur Satu Priono, Wakil Kepala
Kepolisian Sektor Mojoroto, Kota Kediri, Kamis (10/4).
Polisi memperkirakan, masa kematian Prapanca berkisar
satu jam sebelum ditemukan ibunya di sebuah pohon
dengan leher terjerat tali plastik warna biru di
sekitar lokasi wisata Gua dan Pemandian Selomangleng.
Saat ditemukan suhu tubuh korban juga masih terasa
hangat.
"Ibunya mencari-cari karena korban tidak pulang sejak
pagi dan mencarinya di sekitar tempat wisata. Saat
ditemukan korban mengenakan topi berwarna hijau," kata
Iptu Priono.
Usai ditemukan warga beserta aparat keluarahan
setempat langsung melapor ke Polsek Mojoroto. Namun
atas permintan keluarga, setelah polisi datang jenasah
langsung dimakamkan tanpa melalui proses otopsi.
Polisi tidak bisa mencegah karena menolak diotopsi
merupakan hak keluarga.
Sejumlah tetangga korban menyatakan, kemungkinan
Prapanca nekat gantung diri karena frustrasi atas
kerasnya sikap ayahnya yang bernama Mulyono. Setiap
hari Prapanca selalu dimarahi ayahnya. Apalagi saat
ini Prapanca tidak bisa meneruskan sekolah ke SMP
karena tidak ada biaya.
"Prapanca itu anak yang baik. Yah, tapi mungkin karena
ayahnya terlalu keras jadinya ya begitu. Padahal dia
masih ingin meneruskan sekolah," kata salh seorang
tetangganya yang enggan menyebutkan namanya. DWIDJO U. MAKSUM
INDEKS BERITA LAINNYA :
|